Kematian selebgram Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 di apartemennya mengejutkan banyak orang, termasuk keluarga dan kerabatnya. Polisi mengungkap kesaksian dari asisten rumah tangga yang mendengar teriakan kesakitan Lula sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Jenazah Lula ditemukan oleh petugas keamanan apartemen di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, setelah beberapa jam teriakan yang didengarnya. Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa asisten rumah tangga melaporkan tidak berhasil menghubungi Lula setelah mendengar teriakan dari dalam kamar.
Kronologi Penemuan Jenazah
Petugas keamanan apartemen menemukan jenazah Lula Lahfah pada pukul 18.00 WIB setelah teriakan yang didengar oleh asisten rumah tangga. Menurut laporan, asisten tidak bisa menghubungi Lula setelah mendengar suara dari dalam kamar.
Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, 'Setelah itu jam 9 atau jam 10 pagi bangun diketok-ketok kamar nggak dibuka. ART lapor ke sekuriti karena belum bisa ada yang memastikan.' Pengakuan ini menjadi titik awal penyelidikan untuk memahami apa yang terjadi saat itu.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Analisis Penyebab Kematian
Kapolda Metro Jaya menyampaikan bahwa teriakan yang didengar kemungkinan besar berasal dari rasa sakit setelah operasi batu ginjal yang baru saja dijalani Lula. 'Karena kan korban almarhum itu habis operasi batu ginjal ya,' ungkapnya.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa obat-obatan ditemukan di kamar Lula. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan.
Penyelidikan Polisi Berlanjut
Polisi kini tengah mendalami berbagai keterangan yang diperoleh, termasuk kemungkinan adanya dokumen konsultasi medis yang dapat membantu menjelaskan penyebab kematian. Kombes Pol Budi menegaskan bahwa mereka mencari fakta lebih lanjut.
"Belum, tapi yang jelas pemeriksaan luar dokter di rumah sakit Fatmawati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," tambahnya, menunjukkan bahwa upaya penyelidikan terus dilakukan.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: