BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 16:22 WIB

Elon Musk Mendorong Boikot Netflix: Kontroversi yang Mengguncang Dunia Hiburan

Elon Musk Mendorong Boikot Netflix: Kontroversi yang Mengguncang Dunia HiburanElon Musk Mendorong Boikot Netflix: Kontroversi yang Mengguncang Dunia Hiburan

Elon Musk baru-baru ini mengundang perhatian publik dengan seruan untuk memboikot Netflix, menilai konten platform streaming tersebut berisiko bagi anak-anak.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Ia khususnya mengkritik tayangan animasi yang dianggapnya mempromosikan agenda LGBT, menyusul kontroversi yang mengelilingi salah satu serialnya.

Kontroversi Boikot Netflix

Kampanye boikot ini bermula dari tayangan serial animasi 'Dead End: Paranormal Park', yang menampilkan karakter Barney, seorang remaja transgender gay. Konten yang ber-rating TV-Y7 ini dianggap Musk berisiko bagi anak-anak yang menjadi target audiensnya.

Tayangan tersebut memicu reaksi keras dari Musk setelah sutradara Hamish Steele diduga mengejek kematian aktivis konservatif Charlie Kirk. Dalam merespons kontroversi ini, Musk membagikan postingan dari akun konservatif dan menyerukan pengikutnya untuk menghentikan langganan Netflix.

Seruan Musk menjadi viral di media sosial X, dengan ribuan pengguna melaporkan bahwa mereka telah membatalkan langganan. Efek dari ajakan ini bahkan terlihat pada saham Netflix yang mengalami penurunan sebesar 2% pada 1 Oktober 2025.

Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial

Reed Hastings: Pendiri Netflix

Reed Hastings, yang lahir pada 8 Oktober 1960, merupakan sosok penting di balik kesuksesan Netflix yang kini memasuki era baru. Sebelum mendirikan Netflix, Hastings memiliki latar belakang yang luas dalam bidang pendidikan dan teknologi, yang membuatnya semakin visioner.

Ide untuk menciptakan Netflix datang setelah Hastings harus membayar denda US$ 40 akibat keterlambatan mengembalikan film ke rental Blockbuster. Dari sana, bersama Marc Randolph, ia meluncurkan Netflix pada tahun 1997 sebagai layanan rental DVD melalui pos.

Transformasi Netflix menjadi layanan streaming di tahun 2007 merevolusi cara orang menikmati hiburan, menjadikannya pemimpin global dalam industri dengan lebih dari 100 juta pelanggan di seluruh dunia.

Pengaruh Kontroversi Terhadap Netflix

Kampanye boikot yang digagas oleh Musk bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia juga mengkritik kualitas konten Netflix dan menciptakan gelombang protes di antara para pengikutnya yang kini berjumlah 226 juta di X.

Dampak awal menunjukkan adanya kerugian jumlah pelanggan di Amerika Serikat sebagai akibat dari kontroversi ini. Namun, meskipun terpengaruh, Netflix masih berhasil mempertahankan posisinya sebagai raja layanan streaming.

Kontroversi ini menunjukkan hubungan kompleks antara hiburan, politik, dan representasi di era digital, di mana kritik terhadap konten LGBTQ+ tetap menjadi sorotan, namun inovasi Reed Hastings di dunia hiburan tetap terus berlanjut.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Elon Musk Mendorong Boikot Netflix: Kontroversi yang Mengguncang Dunia Hiburan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!