Dinamika Pernikahan Pesulap Merah dan Ratu Rizky Nabila: Kontroversi dan Respons Publik
Dua nama selebritas Indonesia, Pesulap Merah dan Ratu Rizky Nabila, kini menjadi sorotan terkait pernikahan mereka yang viral di media sosial. Kabar tersebut memicu beragam reaksi, terutama dari warganet yang menyoroti kehidupan pribadi mereka.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Reaksi warganet terhadap kabar ini sangat beragam, dengan banyak komentar negatif yang menyerang, bahkan menyentuh aspek pribadi dari kehidupan mereka. Keduanya telah memberikan respons melalui akun media sosial masing-masing.
Tanggapan dari Ratu Rizky Nabila atas hujatan yang diterimanya terungkap melalui unggahan di akun media sosialnya. Ia menyampaikan harapan untuk mendoakan kebaikan untuk mereka yang mengkritiknya.
"Semoga doa baik saya untuk kamu terpanjat dan dikabulkan. Saya doakan kamu yang baik walau kamu mendoakan saya yang buruk," tulisnya.
Ia juga mengatakan, "Aku terima apa pun hujatan, sumpah serapah kalian. Gak apa-apa itu hukuman untuk saya." Pernyataan tersebut mencerminkan sikapnya yang tegar meskipun banyak pihak yang meragukannya.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Pesulap Merah, yang dikenal dengan nama asli Marcel Radhival, juga merespons melalui Instagram, memberikan pandangan tentang kehidupan pribadinya yang dianggap tidak sesuai harapan publik.
"Hidupku hidupku, hidupmu hidupmu. Apa yang baik untukku belum tentu baik untukmu, apa yang baik untukmu belum tentu baik untukku," tulisnya menekankan pentingnya perspektif individu.
Ia juga mengungkapkan tentang tanggal pernikahannya yang tercatat di cincin yang dikenakannya, yaitu 22 atau 23 September 2022, menegaskan pernikahan tersebut dilaksanakan secara agama terlebih dahulu.
Pernikahan ini menjadi lebih kontroversial karena Ratu Rizky Nabila dikenal pernah mengalami pengalaman pahit terkait poligami di masa lalu. Kini, ia menjadi istri kedua dari Pesulap Merah setelah kepergian istri pertamanya yang baru-baru ini meninggal.
Marcel menjelaskan, keputusan untuk menikah secara agama diambil guna menghindari kemungkinan terjadinya zina, karena proses pengurusan administrasi pernikahan resmi dianggap rumit.
"Awalnya nggak, karena kan memang pengurusan surat-surat repot kan. Jadi untuk menghindari zinanya, kita nikah agama. Nikah siri tapi bukan yang ngumpet-ngumpet," ujarnya menjelaskan pilihan mereka.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: