Kecewa di Balik Keberangkatan Konser BTS: Saham HYBE Turun Tajam
Saham HYBE mengalami penurunan drastis pada hari Senin setelah konser comeback boy band BTS. Penurunan ini mencuat meskipun banyak penggemar yang excited menantikan penampilan langsung setelah hampir empat tahun tidak tampil.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Berdasarkan data Bursa Efek Korea, saham HYBE jatuh sebesar 16,13 persen menjadi 288.500 won, di tengah sorotan mengenai kehadiran penonton yang jauh di bawah ekspektasi.
Konser bertajuk BTS Comeback Live: Arirang di Gwanghwamun Square diperkirakan dapat menarik sekitar 260 ribu penonton. Namun, realita hanya mencatat sekitar 40.000 orang yang hadir, di mana HYBE mengklaim angka lebih tinggi yaitu 104.000.
Perbedaan ini menambah ketidakpastian di kalangan investor, dengan analis pasar mengungkapkan kecemasan mereka. 'Kami tidak berharap jumlah penonton turun drastis seperti ini,' jelas seorang analis.
Kritik juga ditujukan kepada penggunaan anggaran yang cukup besar dalam persiapan konser. Beberapa pemegang saham mempertanyakan apakah investasi tersebut sepadan dengan hasil yang didapat.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Menjelang konser, pihak berwenang menyiapkan sekitar 6.700 petugas keamanan, jauh lebih banyak dibandingkan acara serupa di masa lalu. Ini termasuk 72 unit mobil polisi dan 35 tim detektif yang dikerahkan.
Jumlah ini mengalahkan persiapan untuk Festival Kembang Api Yeouido yang biasanya hanya memerlukan sekitar 3.000 petugas. Biaya tinggi untuk keamanan memperburuk kekecewaan di kalangan investor.
Meskipun niat untuk menjaga keamanan sangat baik, pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan acara muncul. Banyak pihak yang menganggap langkah-langkah tersebut berlebihan dan tidak diperlukan.
Demi memfasilitasi kerumunan, sejumlah jalan di kawasan Gwanghwamun ditutup beberapa hari sebelum konser. Penutupan ini dibuat untuk mengantisipasi kedatangan para penggemar BTS yang berbondong-bondong.
Kereta juga tidak berhenti di beberapa stasiun terdekat, menyebabkan kebingungan bagi penumpang lainnya. Meskipun semua upaya dilakukan untuk menjaga ketertiban, kenyataan menunjukkan bahwa hanya 42 ribu orang yang hadir.
Situasi ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan, sehingga menambah beban bagi manajemen HYBE dan memicu lebih banyak pertanyaan dari pemegang saham.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: