Film horor terbaru Netflix, 'Abadi Nan Jaya', juga dikenal sebagai 'The Exiles', mencuri perhatian dengan inovasinya dalam menyajikan genre zombie yang kaya akan nuansa lokal Indonesia.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan bahwa film ini bertujuan mengenalkan kearifan lokal Indonesia kepada dunia melalui latar, musik, dan elemen budaya yang khas.
Inovasi dalam Cerita dan Produksi
Salah satu daya tarik utama dari 'Abadi Nan Jaya' adalah pendekatan unik dalam menggambarkan penyebab virus zombie yang berasal dari ramuan jamu berbahan dasar tanaman kantong semar. Penggambaran ini tidak hanya menambah kedalaman cerita, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Timo Tjahjanto mengatakan, "Kita ingin memasukkan atribut budaya seperti musik dangdut untuk memberikan konteks yang lebih dalam kepada penonton global."
Dengan memilih lokasi rural di Indonesia, film ini tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya promosi untuk mengenalkan kearifan lokal, mengajak penonton dari berbagai belahan dunia untuk lebih mengenal Indonesia.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Kualitas Visual yang Mengesankan
Film ini menonjolkan kualitas gerakan dan makeup para zombie, yang dihasilkan dari pelatihan intensif selama enam bulan. Koreografer Bobby dan penata rias Astrid memimpin tim dalam menciptakan gerakan zombie yang konsisten dan unik.
Lebih dari 200 pemeran zombie dilatih untuk mendukung kualitas visual film, di mana gerakan mereka dipengaruhi oleh lokasi gigitan pertama. Ini menciptakan pengalaman menonton yang lebih menarik dan imersif.
Teknik vokal yang meniru suara orang yang demam juga ditambahkan untuk memberikan efek lebih menakutkan, sehingga menciptakan suasana tegang saat penonton menyaksikan adegan-adegan kunci.
Pengalaman Para Aktor dan Potensi Sekuel
Para aktor mengungkapkan bahwa proses syuting sangat menguras fisik, terutama ketika bertransformasi menjadi zombie. Mereka harus melakukan persiapan gerakan yang kompleks dengan dedikasi tinggi.
Aktor Dimas mengatakan, "Menjadi zombie jauh lebih sulit dibandingkan peran manusia biasa, karena konsistensi dalam gerakan sangat penting, terutama untuk adegan yang berkepanjangan."
Timo Tjahjanto menyatakan bahwa kemungkinan sekuel dari film ini tergantung pada penerimaan penonton dan penilaian positif yang diterima di platform Netflix.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: