Selebgram Inara Rusli saat ini menghadapi laporan resmi di Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait dugaan perselingkuhan dan perzinahan. Laporan ini diajukan oleh Wardatina Mawa, istri dari Insanul Fahmi, pada tanggal 22 November 2025.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Wardatina mengklaim memiliki bukti kuat, berupa rekaman CCTV, yang menunjukkan hubungan terlarang antara suaminya dan Inara Rusli, yang ia ketahui sejak Agustus 2024.
Latar Belakang Kasus
Wardatina Mawa mengungkapkan bahwa ia mulai mengetahui hubungan suaminya dengan Inara Rusli melalui informasi yang diterimanya sejak Agustus 2024. Hubungan ini diduga berawal dari pertemanan di dunia bisnis dan kajian antara suaminya dan Inara.
Setelah mendapatkan konfirmasi dari suaminya, yang mengakui adanya hubungan tersebut, Wardatina merasa perlu untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Ia menegaskan, '(Mereka) mengakui ada hubungan,' sebagai bukti kejelasan situasi yang dihadapinya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Bukti yang Dihasilkan
Wardatina menyampaikan bahwa bukti utama yang dimilikinya adalah rekaman dari CCTV yang menunjukkan momen-momen perselingkuhan antara suaminya dan Inara. Rekaman ini diharapkan bisa menjadi alat bukti yang kuat dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Dukungan dari pihak keluarga juga berperan penting dalam langkah yang diambil Wardatina. Ia menyatakan, 'Ya saya tadi izin sama anak, minta doa juga sama anak kan,' yang menunjukkan perhatian dan kepeduliannya terhadap anak-anaknya di tengah situasi yang sulit.
Fokus Pada Keadilan
Meskipun kasus ini memicu banyak perhatian publik, Wardatina menekankan bahwa tujuannya adalah untuk mencari keadilan dan memastikan proses hukum berjalan dengan baik. Ia berharap agar hasil yang didapatkan dapat adil bagi semua pihak yang terlibat.
Wardatina menambahkan, 'Karena ini saya juga pengen kan anak saya melihat perjuangan seorang ibunya juga,' yang menggambarkan tekadnya untuk memberikan contoh nilai-nilai kejujuran dan integritas kepada anak-anaknya.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: