Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 22:10 WIB

Lagu 'Sinaran' Sheila Majid Kembali Booming di Usia 40 Tahun

Author

Lagu 'Sinaran' Sheila Majid Kembali Booming di Usia 40 Tahun

Lagu 'Sinaran' yang dinyanyikan oleh Sheila Majid kembali menjadi viral di platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Popularitas lagu ini mencerminkan kekuatannya dalam menarik perhatian generasi muda dengan lirik yang mudah diingat dan melodi yang catchy.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Dirilis pertama kali pada tahun 1986, 'Sinaran' terus menembus batas waktu dan menjadi simbol penting dalam industri musik Asia Tenggara. Dengan perjalanan panjangnya, lagu ini tidak hanya dikenang di Malaysia, tapi juga menyentuh pasar musik Indonesia.

Sejarah dan Keberhasilan Lagu 'Sinaran'

'Sinaran' dikenal sebagai salah satu lagu ikonik di Asia Tenggara, ditulis oleh Azman Abu Hassan, dan berhasil merebut hati pendengar sejak diluncurkan. Lagu ini tidak hanya mendapatkan penghargaan di Malaysia tetapi juga meresap ke dalam kultur musik Indonesia.

Vokal Sheila Majid yang unik dan teknis menjadi daya tarik tersendiri dari lagu ini. Di usia yang relatif muda, Sheila mampu mengekspresikan emosi yang mendalam dengan suara serak namun jernih, melengkapi keindahan lirik yang dibawakan.

Dengan sentuhan elemen jazz dan pop, 'Sinaran' menawarkan nuansa modern yang tetap relevan hingga kini. Aransemen yang menarik menjadi salah satu alasan kuat mengapa lagu ini menghiasi ingatan pendengarnya.

Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat

Kebangkitan Tren City-Pop dan Dampaknya

Di tahun 2026, saat 'Sinaran' merayakan ulang tahunnya yang ke-40, kebangkitan tren City-Pop membantu mengangkat kembali popularitas lagu ini. Genre musik ini, yang berakar dari Jepang, memiliki kesamaan estetika dengan 'Sinaran' dan menarik minat kalangan generasi muda.

Generasi Z, yang tertarik pada gaya vintage dan analog, menemukan 'Sinaran' sebagai harta karun musik dari masa lalu. Lagu ini bukan hanya sekadar tren, melainkan juga dibuat untuk menghargai kualitas musik yang dianggap lebih 'organik'.

Penggunaan filter vintage pada berbagai video yang viral di media sosial, misalnya filter VHS, memperkuat kesan nostalgia yang ditawarkan oleh 'Sinaran'. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya sekadar musik, tetapi juga sebuah pengalaman yang mendalam bagi pendengar.

Pengaruh dan Transisi 'Sinaran' Melalui Generasi

'Sinaran' telah di-cover oleh berbagai penyanyi dari beragam genre selama lebih dari empat dekade. Fleksibilitas dalam komposisi musiknya menunjukkan bahwa lagu ini mampu diinterpretasi dengan beragam cara.

Dari versi akustik hingga EDM, serta aransemen orkestra, lagu ini tetap mampu menarik perhatian pendengar dengan pendekatan yang beragam. Popularitas yang berkelanjutan menunjukkan bahwa meskipun zaman berubah, kualitas musik tetap memperoleh pengakuan.

Rilis ulang lagu ini oleh MK K-Clique serta interpretasi dari penyanyi ternama Indonesia, Rossa, pada Oktober 2025 semakin memperkuat eksistensi 'Sinaran' di jalur musik. Lagu ini menjadi contoh nyata bagaimana karya seni mampu melampaui generasi dan terus bersinar.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU