Eiichiro Oda, sosok di balik manga legendaris One Piece, baru saja menambahkan prestasi baru dalam kariernya dengan diakui sebagai penulis terlaris dunia.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Dengan penjualan lebih dari 516,6 juta eksemplar sejak muncul pada tahun 1997, One Piece terus menunjukkan kekuatannya di industri manga global.
Sejarah dan Perjalanan One Piece
One Piece pertama kali diperkenalkan di majalah Weekly Shōnen Jump pada tahun 1997 dan berhasil mencuri perhatian penggemar di seluruh dunia.
Cerita ini mengikuti petualangan Monkey D. Luffy dan Bajak Laut Topi Jerami yang berusaha menemukan harta karun legendaris dari Gol D. Roger.
Sejak diluncurkan, manga ini telah merilis lebih dari 103 volume hingga September 2022 dan mengumpulkan penggemar fanatik di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Rekor Penjualan yang Mengagumkan
Penjualan One Piece diakui oleh Guinness World Records pada tahun 2015, dan dikonfirmasi lagi pada 2022 dengan penjualan lebih dari 400 juta eksemplar.
Media sosial resmi One Piece mengumumkan angka penjualan mencapai 500 juta, menjadikannya seri manga terlaris sepanjang masa.
Prestasi ini menjadikan Eiichiro Oda sebagai penulis terlaris di kategori satu karya, menunjukkan dampak One Piece di industri manga secara keseluruhan.
Ekspansi ke Berbagai Media
Kesuksesan One Piece tidak hanya terbatas pada manga, tetapi juga diadaptasi menjadi serial televisi animasi yang diluncurkan pada tahun 1999.
Dengan lebih dari 1.000 episode yang ditayangkan hingga tahun 2021, adaptasi tersebut telah memperluas jangkauan cerita ke khalayak yang lebih luas.
Tahun 2023, Netflix merilis adaptasi live-action dengan Oda sebagai produser eksekutif, yang menunjukkan inovasi One Piece dalam industri hiburan.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: