Rollink Action baru saja mengungkapkan bahwa film horor terbarunya, 'Aku Harus Mati', akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Film ini menggambarkan isu sosial yang cukup relevan dengan kehidupan masyarakat urban, menyoroti kegelapan di balik ambisi manusia demi validasi sosial.
Menggali Kengerian di Balik Ambisi
'Aku Harus Mati' disutradarai oleh Hestu Saputra dengan produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto, yang menyajikan pandangan mendalam tentang kehidupan modern di tengah perburuan status.
Film ini mengajak penonton untuk merenungkan bagaimana fenomena jual jiwa demi harta menjadi ancaman nyata di masyarakat.
Irsan Yapto, Eksekutif Produser, mengatakan, 'Film ini menggambarkan bagaimana banyak orang saat ini terjebak dalam hutang pinjaman online dan paylater demi memenuhi ambisi mereka.'
Penceritaan dalam film ini diharapkan dapat mengedukasi penonton mengenai risiko yang bisa ditimbulkan oleh ambisi berlebihan.
Sinopsis yang Menggugah
Cerita film ini ditulis oleh Aroe Ama, berfokus pada sosok Mala, seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik
Mala berusaha mengejar kekayaan semu, namun justru terjebak dalam lingkaran hutang yang menyengsarakan hidupnya.
Dalam keadaan putus asa, ia kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan, bertemu sahabat-sahabat masa kecilnya.
Perjuangan Mala untuk menemukan jati dirinya menjadi inti dari film yang sarat membawa pesan moral ini.
Relevansi dengan Kehidupan Saat Ini
Film ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak orang dalam masyarakat urban yang semakin terjebak oleh gaya hidup konsumtif.
Kasus-kasus hutang pinjaman online yang kian marak menunjukkan dampak nyata dari ambisi yang tidak terukur.
Dari perspektif artistik, 'Aku Harus Mati' tidak hanya menyuguhkan teror kasat mata, tetapi juga menggugah jiwa penontonnya untuk memikirkan pilihan hidup.
Karakter Mala yang bisa dihubungkan diharapkan dapat menyentuh hati penonton dan mendorong refleksi terhadap gaya hidup yang mereka jalani.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: