BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 11:00 WIB

Memahami Long COVID: Gejala dan Dampaknya

Memahami Long COVID: Gejala dan DampaknyaMemahami Long COVID: Gejala dan Dampaknya

Long COVID menjadi topik hangat saat ini, mengacu pada serangkaian gejala yang berlanjut setelah seseorang terinfeksi virus corona. Meskipun sering kali tidak terlihat, kondisi ini memberikan dampak signifikan bagi banyak individu, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat

Penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya mereka yang mengalami gejala berat yang terkena Long COVID, tetapi juga individu dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Situasi ini semakin menjadi perhatian di dunia kesehatan global.

Apa Itu Long COVID?

Long COVID adalah istilah yang menggambarkan gejala berlanjut pasca pemulihan dari infeksi COVID-19. Para peneliti melaporkan bahwa fenomena ini sering dialami oleh individu yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, meskipun gejala awal mereka tidak parah.

Gejala yang muncul akibat Long COVID bervariasi, mulai dari kelelahan yang berkepanjangan, kesulitan bernapas, nyeri sendi, hingga gangguan kognitif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan Long COVID sebagai gejala yang bertahan lebih dari 12 minggu setelah infeksi COVID-19.

Kondisi ini sering membingungkan, baik untuk pasien maupun tenaga medis, karena tidak semua gejala dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik atau tes laboratorium. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang Long COVID sangat penting untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dampak Long COVID Terhadap Kesehatan

Dampak dari Long COVID dapat signifikan, memengaruhi berbagai aspek kesehatan seseorang. Penelitian mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pernapasan, kardiovaskular, dan neurologis pada pasien setelah terinfeksi COVID-19.

Salah satu gejala yang umum dilaporkan adalah kelelahan kronis, yang tidak hanya mempengaruhi aktivitas fisik tetapi juga dapat mengganggu fungsi mental seperti konsentrasi dan memori.

Selain itu, tidak sedikit individu yang mengalami depresi dan kecemasan akibat gejala yang berkepanjangan, menunjukkan pentingnya dukungan psikologis selama proses pemulihan.

Upaya Penanganan Long COVID

Penanganan Long COVID memerlukan pendekatan multimodal yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Kerjasama antara dokter spesialis, psikolog, dan fisioterapis menjadi kunci dalam merancang rencana perawatan yang komprehensif.

Terapi yang diterapkan antara lain rehabilitasi fisik untuk meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh, serta terapi perilaku kognitif untuk membantu pasien mengatasi masalah mental terkait Long COVID.

Komunikasi terbuka antara pasien dan tim medis juga sangat penting, agar penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan gejala dan kebutuhan individu pasien.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Long COVID: Gejala dan Dampaknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!