BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 20:17 WIB

Waspada Obat Batuk: BPOM Beri Penjelasan Soal Kasus Keracunan di India

Waspada Obat Batuk: BPOM Beri Penjelasan Soal Kasus Keracunan di IndiaWaspada Obat Batuk: BPOM Beri Penjelasan Soal Kasus Keracunan di India

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan keterangan terkait kasus sirup obat batuk yang diduga mengandung dietilen glikol (DEG) di India, yang berujung pada kematian anak-anak di sana.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Dua produk yang terlibat, Coldrif Cough Syrup dan Nextro-DS, diketahui memiliki dampak fatal dan BPOM memastikan kedua produk ini tidak terdaftar dan tidak boleh dipasarkan di Indonesia.

Penjelasan BPOM tentang Produk Obat Berbahaya

BPOM menjelaskan bahwa dari hasil pencarian di database mereka, baik Coldrif Cough Syrup maupun Nextro-DS tidak memiliki izin edar di Indonesia. Langkah ini menandakan komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pernyataan resmi BPOM, "Berdasarkan hasil patroli siber BPOM, kedua produk tersebut juga tidak ditemukan dalam penjualan/peredaran secara online di e-commerce di Indonesia." Ini menunjukkan usaha untuk menghindari paparan terhadap produk yang tidak terdaftar.

Penting juga untuk dicatat bahwa BPOM menegaskan bahwa sirup obat batuk tersebut tidak memenuhi kriteria untuk diimpor dan diedarkan di Indonesia, yang menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan publik.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Strategi Pengawasan BPOM untuk Mencegah Keracunan

BPOM berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap produk obat dengan meningkatkan kerjasama dalam pengawasan pre- dan post-market. Di antara fokus utama adalah penegakan hukum terhadap obat-obatan substandar dan ilegal.

"BPOM juga memastikan dan mendorong industri farmasi untuk melakukan pemantauan mandiri (self assessment) terhadap pemenuhan persyaratan termasuk uji cemaran EG/DEG pada bahan baku dan sediaan sirup obat," ujar perwakilan BPOM.

Upaya pengawasan ini bertujuan untuk menjamin semua obat yang beredar memenuhi standar kualitas, termasuk pemenuhan batas cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Korban Kematian Akibat Keracunan Obat di India

Kejadian keracunan di India telah mengakibatkan dampak tragis, dengan 20 anak di Madhya Pradesh dilaporkan meninggal dunia akibat sirup Coldrif. Menurut Wakil Ketua Menteri Madhya Pradesh, Rajendra Shukla, "Sejauh ini, 20 anak dari Madhya Pradesh telah meninggal dunia saat menjalani perawatan."

Fakta ini menunjukkan urgensi dari situasi yang tengah berlangsung dan memicu reaksi cepat dari pemerintah setempat.

Target kemarahan publik terhadap kasus ini menuntut tindakan lebih lanjut dari pemerintah India untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah kejadian yang serupa di masa mendatang.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Obat Batuk: BPOM Beri Penjelasan Soal Kasus Keracunan di India

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!