Sultan HB X Klarifikasi Soal Pengawalan dan Respons Terhadap Video Viral
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah meminta pengawalan saat menjalankan tugasnya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Pernyataan ini muncul setelah viralnya video yang menunjukkan mobilnya disalip rombongan pengawalan dengan suara sirine.
Sultan HB X menegaskan bahwa pengawalan hanya digunakan saat beliau menghadiri acara resmi pemerintahan. Untuk kegiatan pribadi atau kunjungan nonformal, Sultan lebih memilih berkendara sendiri tanpa pengawalan dan menggunakan mobil pribadinya.
Beliau mengatakan, "Saya biasa enggak ada pengawalan kok, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri juga kok," saat menjelaskan kebiasaannya berkeliling tanpa pengawalan.
Sultan juga berpendapat bahwa tidak perlu memperdebatkan aparatur negara mengenai keberadaan pengawalan dalam kegiatan nonformal beliau. "Kenapa dipersoalkan, kan enggak perlu dipersoalkan pakai pengawalan atau tidak. Biasa saja," ujarnya menekankan pandangannya.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Dalam kesempatan tersebut, Sultan menjelaskan perjalanan kunjungannya ke wilayah Gunungkidul dan Jembatan Pandansimo menggunakan mobil pribadinya. Ia memastikan bahwa mobil dinas hanya digunakan untuk keperluan acara resmi saja.
Penjelasan ini menambah kejelasan mengenai kebijakan penggunaan kendaraan dinas dan mobil pribadi dalam konteks tugas pemerintahan.
Sultan berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan kepraktisan dalam menjalankan tugasnya, tanpa harus bergantung pada pengawalan luar yang tidak perlu.
Terkait video viral tersebut, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, menanggapi isu tersebut dengan menjelaskan bahwa rombongan yang disertakan dalam video bukanlah kendaraan Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Herzaky menyebutkan, "Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video," menegaskan waktu keberangkatan mereka.
Ia juga mendorong publik untuk memverifikasi nomor pelat kendaraan dalam video untuk mengetahui asal rombongan tersebut, yang dapat dilakukan dengan mengacu pada pelat merah yang terlihat.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: