Memahami Aritmia: Gejala, Jenis, dan Penanganannya
Aritmia adalah gangguan serius pada irama jantung yang berpotensi terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejalanya bervariasi, mulai dari detak jantung yang terlalu cepat hingga merasakannya berdebar-debar.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia
Meskipun sering dianggap sepele, aritmia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda dan penyebabnya agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat.
Aritmia mengacu pada kondisi di mana detak jantung tidak teratur. Penyebabnya beragam, mulai dari stres, konsumsi kafein berlebihan, hingga kondisi medis lain.
Meski ada orang yang hidup normal dengan aritmia ringan, gejala lebih berat seperti pingsan atau sakit dada memerlukan perhatian medis segera.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Ada beberapa jenis aritmia yang perlu diketahui. Fibrilasi atrium adalah salah satu jenis yang umum dan dapat meningkatkan risiko stroke.
Takikardia adalah keadaan di mana detak jantung melebihi 100 kali per menit, sedangkan bradikardia ditandai dengan detak jantung yang lebih lambat, kurang dari 60 kali per menit.
Pengobatan aritmia bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Dokter mungkin merekomendasikan obat, terapi listrik, atau prosedur kardioversion.
Di samping pengobatan medis, perubahan gaya hidup seperti menghindari alkohol, menjaga berat badan, dan berolahraga rutin dapat membantu mengelola kondisi ini.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: