Lima Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli Bedah Kardiovaskular
Dr. Jeremy London, seorang ahli bedah kardiovaskular asal Amerika Serikat, mengidentifikasi lima kebiasaan gaya hidup yang dapat merusak kesehatan jantung. Dari vaping hingga konsumsi alkohol, kebiasaan ini dinilai sepele, namun memiliki dampak yang serius.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Dalam wawancara terbaru dengan Times Entertainment, Dr. London menjelaskan bagaimana kehidupan modern berisiko terhadap kesehatan jantung, terutama bagi generasi muda.
Vape telah semakin populer di kalangan remaja dengan anggapan bahwa ia lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, menurut Dr. London, kandungan kimia dalam vape tetap dapat merusak pembuluh darah dan jaringan jantung.
Dr. London menegaskan, 'Ini hanya bentuk baru dari kecanduan nikotin.' Kecanduan ini memberikan rasa aman palsu yang menyulitkan pengguna untuk berhenti.
Ia mencatat bahwa banyak pasien muda nonperokok kini menunjukkan gejala gangguan kardiovaskular akibat penggunaan vape yang rutin.
Berdasarkan penjelasan Dr. London, stres dapat menjadi pendorong dalam jangka pendek, namun jika terlalu lama, dapat menyerang jantung secara perlahan. Ia menyebut stres kronis sebagai 'cedera tak terlihat'.
Stres berlebih diketahui memicu peradangan, yang dapat membuka pintu untuk berbagai penyakit degeneratif. Oleh karena itu, manajemen stres menjadi penting untuk kesehatan jantung.
Menerapkan teknik relaksasi dan pengelolaan stres dapat membantu individu menjaga kesehatan jantung mereka.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Tidur memiliki peran yang tak bisa diabaikan dalam mekanisme tubuh untuk memperbaiki diri. Dr. London memberikan skor 10 bagi kebiasaan kurang tidur karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan.
'Begitu Anda kekurangan tidur, semua sistem tubuh ikut menurun,' ungkapnya. Gangguan pola tidur dapat mempengaruhi hormon dan tekanan darah.
Lebih jauh, pola tidur yang buruk juga dapat berdampak negatif pada suasana hati dan produktivitas individu.
Minum soda mungkin dianggap ringan, tetapi kebiasaan ini tetap berisiko terhadap kesehatan jantung. Dr. London meyakini bahwa kandungan gula yang tinggi dalam soda dapat memicu resistensi insulin dan obesitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: