Pentingnya Menangani Kejang pada Anak: Apa yang Perlu Diketahui Orangtua
Kejang yang berlangsung lebih dari tiga menit pada anak adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan perhatian segera dari orangtua.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sel otak yang tidak dapat dipulihkan, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Rizky Amrullah Nasution, Sp.A.
Dr. Rizky Amrullah Nasution menekankan bahwa kejang yang berlangsung sebentar umumnya dianggap tidak berbahaya. Namun, jika durasi melebihi tiga menit, kondisi tersebut bisa menjadi kritis dan memerlukan tindakan segera.
"Kejang yang berbahaya itu lebih dari tiga menit, sedangkan di bawah tiga menit relatif tidak berbahaya tapi patut diwaspadai juga," jelas Dr. Rizky dalam acara Health Talk Pediatric Emergency di Brawijaya Hospital.
Kejang yang berkepanjangan dapat mematikan sel otak, dan efeknya dapat sangat serius. Oleh karena itu, orangtua diharapkan untuk segera mencari bantuan medis jika kejang anak mendekati tiga menit.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Kerusakan sel otak akibat kejang yang terlalu lama berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan motorik, kecerdasan, dan perilaku di masa depan.
Dr. Rizky mengingatkan, "Sel otak yang mati itu tidak bisa beregenerasi kembali, alhasil kondisi ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak ke depannya."
Meskipun kerusakan mungkin tidak langsung terlihat, dalam jangka waktu yang panjang, anak dapat menunjukkan tanda-tanda keterlambatan dalam belajar dan berbicara.
Ketika anak mengalami kejang, sangat penting bagi orangtua untuk tetap tenang. Memindahkan anak ke permukaan yang aman dari benda-benda keras adalah langkah awal yang perlu diambil.
"Ketika anak kejang sangat dianjurkan untuk divideokan seperti apa kejangnya sekaligus melihat durasi kejangnya," ungkap Dr. Rizky.
Selain itu, menghindari pemasukan benda ke dalam mulut anak sangat penting untuk mencegah infeksi tambahan. Jika kejang tidak berhenti dalam waktu tiga menit, orangtua diharapkan segera menghubungi layanan darurat.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: