Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Manusia di Indonesia
Perubahan iklim bukan hanya sekedar isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan manusia.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Penelitian menunjukkan adanya kaitan langsung antara perubahan iklim dan munculnya penyakit baru.
Banyak pakar kesehatan sepakat bahwa perubahan iklim dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suhu yang meningkat dapat menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi penyebaran penyakit infeksi.
Penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti nyamuk dan tikus, paling merasakan dampaknya.
Spesies ini sering dapat beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembapan, yang pada gilirannya meningkatkan potensi penyebaran virus atau bakteri.
Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan kekeringan, memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Banjir dapat merusak infrastruktur dan memberikan lingkungan ideal bagi pertumbuhan patogen.
Kekeringan, di sisi lain, menyebabkan krisis air bersih, yang memperburuk kondisi sanitasi.
Menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan.
Perubahan habitat akibat aksi manusia, seperti deforestasi, juga memiliki dampak signifikan terhadap penyebaran penyakit.
Berubahnya ekosistem dapat memaksa hewan liar untuk berinteraksi lebih dekat dengan manusia, membuka kemungkinan penularan penyakit baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: