BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 11:44 WIB

Postpartum Depression, Kondisi yang Masih Dianggap Tabu

Postpartum Depression, Kondisi yang Masih Dianggap TabuPostpartum Depression, Kondisi yang Masih Dianggap Tabu

Depresi pascapersalinan atau postpartum depression kini semakin mendapat perhatian di kalangan masyarakat, meskipun masih banyak yang menganggapnya sebagai kondisi yang tabu untuk dibicarakan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Banyak ibu yang mengalami perasaan cemas, kesedihan, bahkan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya mereka nikmati setelah melahirkan.

Apa Itu Depresi Pascapersalinan?

Depresi pascapersalinan adalah salah satu bentuk gangguan mental yang dapat terjadi setelah melahirkan, biasanya dalam waktu beberapa minggu hingga bulan setelah persalinan.

Gejala bisa bervariasi, mulai dari perasaan sedih, kecemasan yang berlebihan, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau anak.

Menurut data dari World Health Organization, diperkirakan 10-15% ibu baru mengalami kondisi ini, tetapi angka tersebut mungkin lebih tinggi karena banyak yang tidak melaporkan atau mencari bantuan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Stigma di Masyarakat

Di Indonesia, masih terdapat stigma kuat terkait kesehatan mental, termasuk depresi pascapersalinan. Banyak orang berpikir bahwa emosi negatif adalah hal yang wajar dialami oleh ibu setelah melahirkan, sehingga mereka enggan untuk meminta bantuan.

Sikap ini diperparah oleh kurangnya informasi dan pemahaman mengenai kondisi ini di kalangan masyarakat umum. Banyak yang masih percaya bahwa ibu seharusnya bahagia setelah melahirkan, tanpa menyadari bahwa perasaan tersebut sangat kompleks dan beragam.

Tidak jarang, ibu yang mengalami depresi malah merasa terisolasi dan tidak didukung, yang dapat memperburuk keadaan mental mereka.

Kebutuhan akan Edukasi dan Dukungan Emosional

Penting bagi keluarga, teman, dan masyarakat untuk memahami bahwa depresi pascapersalinan adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Edukasi mengenai tanda dan gejala sangat diperlukan agar lebih banyak ibu yang dapat didiagnosis dan diobati lebih awal.

Dukungan emosional dari orang-orang terdekat juga sangat penting. Memungkinkan ibu untuk berbicara tentang pengalaman mereka, tanpa merasa dihakimi, bisa sangat membantu dalam proses pemulihan.

Banyak organisasi kesehatan kini menawarkan program pendukung dan bantuan yang bisa diakses oleh ibu baru untuk mengatasi depresi pascapersalinan.

Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Postpartum Depression, Kondisi yang Masih Dianggap Tabu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!