Meningkatnya Serangan Siber Terhadap E-Commerce dan Gaming di Tahun 2025
Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan adanya 6,4 juta upaya phishing yang menyasar aktivitas belanja online dan 20 juta serangan terhadap para gamers sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Tren serangan ini mencerminkan pentingnya kewaspadaan para pengguna saat bertransaksi online dan bermain game.
Dalam periode Januari hingga Oktober 2025, Kaspersky memblokir sebanyak 6.394.854 upaya phishing yang menyamar sebagai toko online, bank, dan sistem pembayaran.
Dari jumlah tersebut, 48,2 persen di antaranya ditujukan kepada pengguna yang berbelanja secara online. Penyerang sering menggunakan teknik kuno dengan meniru peritel ternama seperti Amazon, Walmart, dan Alibaba.
Taktik ini sering kali melibatkan promosi menarik yang membawa pengguna ke halaman palsu. Ancaman ini diperparah dengan adanya e-commerce palsu yang beroperasi, mempersulit pengguna untuk membedakan antara situs asli dan palsu.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Kaspersky melaporkan lebih dari 20 juta upaya serangan yang ditujukan pada platform permainan, dengan 18,56 juta serangan terjadi di Discord.
Pengguna layanan streaming juga tidak luput dari serangan, di mana terdapat 801.148 percobaan terkait Netflix dan 576.873 percobaan terkait Spotify.
Beberapa penyerang menggunakan malware yang menyamar sebagai perangkat lunak permainan untuk melakukan serangan lebih lanjut, dengan total 20.188.897 percobaan infeksi tercatat.
Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah pencegahan bagi pengguna. Pertama, penting untuk tidak mempercayai tautan atau lampiran yang diterima melalui email tanpa memeriksa pengirimnya.
Pengguna juga disarankan untuk memverifikasi keaslian situs web e-commerce sebelum memasukkan informasi pribadi. Memastikan keakuratan URL dan mencari kesalahan penulisan dapat membantu mengidentifikasi situs palsu.
Terakhir, sebaiknya pengguna melakukan riset mengenai perusahaan yang tidak dikenal sebelum melakukan pembelian, termasuk memeriksa ulasan dari pengguna lain.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: