Infeksi RSV dan Risiko Kardiovaskular pada Lansia
Infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) dapat memicu komplikasi serius, termasuk gagal jantung, terutama pada kelompok lansia.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Penelitian menunjukkan bahwa 25% penyintas RSV memiliki risiko tinggi mengalami gangguan jantung setelah terinfeksi.
Infeksi RSV dapat memicu proses penggumpalan darah dalam tubuh yang mengakibatkan gangguan signifikan terutama pada sistem peredaran darah.
Menurut dr. Robert, 'Proses penggumpalan darah ini ternyata mengakibatkan gangguan jangka panjang untuk pasien tersebut, baik dari aspek jantung maupun aspek paru.'
Perubahan ini dapat menghalangi aliran darah ke organ-organ penting, seperti jantung yang membutuhkan suplai oksigen.
Akibatnya, fungsi jantung mengalami penurunan yang signifikan pada pasien lansia.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien lansia dengan komorbid kardiovaskular yang terinfeksi RSV berpeluang tinggi mengalami gagal jantung.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Dr. Robert menambahkan, 'Jadi penelitian ini bicara mengenai orang yang sudah terkena RSV, kemudian dilihat komplikasi jangka panjang untuk jantungnya.'
Data menunjukkan bahwa satu dari empat lansia dengan penyakit jantung yang terinfeksi RSV memiliki risiko tinggi mengalami penurunan fungsi jantung setelah sembuh.
Meskipun kondisi sebelum terjangkit RSV baik-baik saja, peningkatan risiko gagal jantung sangat signifikan setelah terpapar virus.
Dampak RSV tidak berhenti pada risiko gagal jantung saja.
Infeksi ini dapat menciptakan reaksi berantai yang memengaruhi sistem tubuh lainnya, termasuk meningkatkan risiko gagal jantung dan serangan jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: