BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:20 WIB

Bahaya Kebiasaan Makan Sendiri Pada Lansia: Apa yang Perlu Diketahui

Bahaya Kebiasaan Makan Sendiri Pada Lansia: Apa yang Perlu DiketahuiBahaya Kebiasaan Makan Sendiri Pada Lansia: Apa yang Perlu Diketahui

Kebiasaan makan sendiri semakin meningkat di kalangan berbagai usia dan dapat berdampak serius pada kesehatan fisik serta mental, terutama bagi lansia.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa frekuensi makan sendirian dapat meningkatkan risiko kesehatan yang mengkhawatirkan, terutama bagi individu yang sudah berusia lanjut.

Risiko Kesehatan Pada Lansia yang Makan Sendiri

Lansia yang terbiasa makan sendiri menunjukkan penurunan kualitas pola makan. Penelitian dari Flinders University, Australia, menemukan bahwa mereka mengalami penurunan asupan protein dari 58 gram menjadi 51 gram per hari.

Penurunan asupan nutrisi ini memicu hilangnya massa otot dan kelemahan fisik, yang pada gilirannya meningkatkan risiko ketergantungan pada orang lain.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite juga mencatat kebiasaan makan sendiri menyebabkan seseorang lebih memilih makanan siap saji, yang sering kali tinggi garam dan gula. Di Swedia, lansia yang makan sendirian mengonsumsi makanan siap saji empat kali lebih banyak dibanding yang makan bersama.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Dampak Psikologis dari Makan Sendiri

Makan sendiri tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada aspek psikologis. Hilangnya interaksi sosial saat makan dapat berpengaruh pada motivasi untuk memilih makanan sehat.

Peneliti menekankan pentingnya aspek sosial dalam kebiasaan makan, yang dapat mendorong pola makan yang lebih baik. Makan sendirian membawa beban psikologis yang mengurangi isyarat sosial yang seharusnya mendorong seseorang untuk memilih makanan lebih baik dan bergizi.

Pencegahan dan Saran untuk Meningkatkan Pola Makan

Frailty atau sindrom kelemahan merupakan kondisi yang menunjukkan menurunnya kekuatan dan kemampuan tubuh untuk pulih dari tekanan. Kondisi ini juga berhubungan erat dengan peningkatan risiko jatuh dan hilangnya kemandirian.

Para ahli merekomendasikan agar dokter dan tenaga medis memperhatikan kebiasaan makan pasien lansia dalam pemeriksaan rutin. Keluarga juga diharapkan lebih aktif untuk mengajak anggota keluarga makan bersama.

Makan bersama tidak hanya bermanfaat bagi lansia, tetapi juga untuk semua kelompok umur. Interaksi sosial yang timbul saat makan bersama dianggap langkah sederhana dengan manfaat kesehatan besar.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bahaya Kebiasaan Makan Sendiri Pada Lansia: Apa yang Perlu Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!