BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 11:29 WIB

Kisah Syafic Omar: Deteksi Dini Penyakit Ginjal dan Pentingnya Edukasi Kesehatan

Kisah Syafic Omar: Deteksi Dini Penyakit Ginjal dan Pentingnya Edukasi KesehatanKisah Syafic Omar: Deteksi Dini Penyakit Ginjal dan Pentingnya Edukasi Kesehatan

Seorang pria di Singapura, Syafic Omar, didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal pada usia 39 tahun, yang terdeteksi setelah merasakan kesemutan di kedua kakinya pada Maret 2025.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Diagnosis menunjukkan adanya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, dengan penurunan fungsi ginjal yang masih dalam tahap awal.

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal

Syafic Omar merupakan bagian dari lebih dari 500 ribu penduduk Singapura berusia 18 hingga 74 tahun yang hidup dengan penyakit ginjal kronis. Data menunjukkan bahwa lebih dari satu dari tujuh orang di kelompok usia ini mengalami gangguan fungsi ginjal.

Khususnya bagi mereka yang berusia 70 tahun ke atas, lebih dari sepertiga mengalami masalah yang sama. Penyakit ginjal kronis, atau CKD, sering disebut sebagai 'silent killer' karena banyak pengidap tidak menyadari gejalanya pada tahap awal.

Gejala seperti mudah lelah, bengkak, mual, sesak napas, dan kebingungan sering kali terabaikan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Faktor Risiko Penyakit Ginjal

Dalam kasus Syafic, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia memiliki beberapa faktor risiko, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Pengendalian faktor-faktor ini secara dini bisa mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit ginjal.

Menurut dr Jason Choo, Direktur Medik National Kidney Foundation (NKF), sekitar separuh kasus penyakit ginjal di Singapura dapat dicegah. 'Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gagal ginjal.'

Mencapai berat badan yang sehat adalah langkah penting dalam mengendalikan diabetes, yang berkontribusi pada perbaikan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Tindakan dan Penanganan Penyakit Ginjal

Fungsi ginjal yang menurun hingga kurang dari 15 persen dari kapasitas normal dikenal sebagai CKD stadium 5 atau gagal ginjal. Pada tahap ini, pasien memerlukan pemantauan ketat serta mungkin membutuhkan transplantasi ginjal atau dialisis.

Pentingnya edukasi masyarakat mengenai gejala-gejala awal penyakit ginjal harus mendorong individu untuk mencari pemeriksaan kesehatan lebih awal. Dengan demikian, angka kejadian penyakit ginjal di usia yang lebih muda dapat diminimalkan.

Dengan perhatian yang tepat terhadap faktor risiko dan pemantauan kesehatan, masyarakat berpotensi terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyakit ginjal.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Pilihan Ideal untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kisah Syafic Omar: Deteksi Dini Penyakit Ginjal dan Pentingnya Edukasi Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!