Kekacauan di Rumah Sakit Haridwar: Jenazah Ditemukan Dalam Keadaan Memprihatinkan
Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Distrik Haridwar, India, di mana sebuah jenazah ditemukan dalam keadaan sebagian dimakan tikus. Keluarga korban, Lakhan Sharma, merasakan kebingungan dan kemarahan ketika melihat kondisi jenazah yang sangat mengenaskan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (6/12) pagi ketika keluarga Sharma datang untuk melaksanakan autopsi setelah korban meninggal akibat serangan jantung. Kondisi jenazah sangat memperihatinkan, dengan bekas luka di wajah dan mata almarhum.
Ketika keluarga Sharma tiba di rumah sakit, mereka awalnya berharap untuk melaksanakan autopsi dengan lancar. Namun, alangkah terkejutnya mereka saat mendapati kondisi jenazah yang sangat tidak wajar.
Dalam ruangan tersebut, mereka melihat beberapa tikus berkeliaran dan bekas luka di wajah serta mata almarhum. Situasi ini jelas merupakan indikasi kurangnya perhatian terhadap prosedur sanitasi yang seharusnya diterapkan.
Keluarga pun langsung melayangkan protes, berusaha menarik perhatian pihak rumah sakit mengenai insiden yang sangat mencoreng nama lembaga kesehatan tersebut.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Protes yang dilakukan keluarga korban dengan cepat menarik perhatian masyarakat di sekitar lokasi. Banyak orang yang hadir di rumah sakit ikut terlibat dalam keributan tersebut, menuntut klarifikasi dari pihak berwenang.
Sejumlah warga yang merasa kesal atas insiden ini mulai membahas masalah Sanitasi dan keamanan di rumah sakit. Adanya insiden ini telah memicu perdebatan mengenai kepatuhan fasilitas kesehatan terhadap standar operasional yang ada.
Keluarga korban juga berjanji akan membawa hal ini ke ranah yang lebih formal, termasuk melaporkan insiden ke Dinas Kesehatan setempat.
Keputusan untuk melakukan autopsi di rumah sakit seharusnya menjamin kondisi jenazah dalam keadaan yang baik. Namun, insiden ini menunjukkan adanya celah serius dalam pengelolaan ruang jenazah di Rumah Sakit Haridwar.
Anggota keluarga menyerukan agar pihak rumah sakit meningkatkan standar keamanan dan sanitasi di kamar jenazah. Mereka merasa sangat prihatin bahwa jenazah orang yang mereka cintai ternyata tidak mendapat perlakuan yang layak di fasilitas kesehatan.
Sumber dari rumah sakit juga menjelaskan bahwa autopsi tidak bisa dilakukan pada malam kejadian sebelumnya karena batasan waktu hukum yang berlaku. Namun, hal ini tetap tidak membenarkan situasi yang mereka temukan di pagi hari itu.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: