Fenomena Lapar Setelah Makan Manis: Apa Penyebabnya?
Masyarakat Indonesia sering kali merasa lapar kembali setelah menikmati makanan manis, dan ternyata ada penjelasan ilmiahnya di balik fenomena ini.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Ketika kita mengonsumsi makanan tinggi gula, tubuh dapat memberikan sinyal lapar lebih cepat dari yang kita duga.
Makanan manis umumnya mengandung gula yang cepat dicerna, sehingga ketika gula masuk ke dalam aliran darah, kadar gula darah kita naik dengan cepat.
Sebagai respons, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak untuk mengatur kadar gula, namun setelah itu, kadar gula darah dapat turun tajam, yang menimbulkan rasa lapar kembali.
Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit
Hormon ghrelin dan leptin memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar. Bila kita mengonsumsi makanan manis, kadar ghrelin dapat meningkat, yang mengirimkan sinyal kepada otak bahwa kita masih lapar.
Sebaliknya, leptin yang seharusnya membantu kita merasa kenyang bisa jadi kurang efektif apabila kita mengkonsumsi gula dalam jumlah berlebihan.
Makanan manis memang memberikan 'kepuasan' instan, tetapi efek tersebut hanya bersifat sementara. Setelah beberapa waktu, kita dapat merasa bahkan lebih lapar daripada sebelumnya.
Hal ini mendorong kita untuk mencari makanan lain sebagai pelengkap, memicu siklus tidak berujung dalam pola makan yang bisa berdampak negatif pada gaya hidup.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: