BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 00:01 WIB

Pentingnya Penanganan Nyeri Dada Sebagai Gejala Kardiovaskular

Pentingnya Penanganan Nyeri Dada Sebagai Gejala KardiovaskularPentingnya Penanganan Nyeri Dada Sebagai Gejala Kardiovaskular

Nyeri dada sering kali menjadi tanda masalah kesehatan serius, khususnya yang berhubungan dengan jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray

Dokter spesialis kardiovaskular, dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV, menjelaskan bahwa aspirin bisa menjadi pertolongan pertama saat mengatasi nyeri dada yang mendadak.

Pentingnya Penanganan Awal

Nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan kesigapan dalam menghadapinya sangatlah penting. Jika nyeri tidak diatasi dalam waktu 15 menit, intensitasnya dapat meningkat, yang membuat penderita berusaha mencari posisi nyaman, dikenal dengan istilah Levine sign.

Dalam seminar di Rumah Sakit Medistra, dr. Birry menekankan, "Jika mendadak terjadi nyeri dada, pertolongan pertama bisa dengan meminum aspirin." Ini merupakan langkah awal yang vital sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Apabila aspirin tidak tersedia, langkah terbaik adalah segera menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Menurut dr. Birry, hasil biopsi EKG harus siap untuk membantu dokter membaca dan menginterpretasikan langkah-langkah pengobatan selanjutnya.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Evaluasi Gejala Nyeri Dada

Evaluasi yang tepat dari dokter diperlukan untuk menentukan apakah nyeri dada yang dialami pasien disebabkan oleh masalah jantung atau tidak. "Apakah dia cardiac chest pain atau non-cardiac chest pain? Apakah nyeri dada karena jantung, atau bukan?" tanya dr. Birry.

Ada juga kondisi non-jantung yang bisa menyebabkan nyeri dada, seperti masalah asam lambung dan kontraksi otot. Di beberapa kasus, membawa barang berat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ini.

Pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan diagnosis yang akurat. Memahami penyebab nyeri dada jelas akan membantu dokter menentukan tingkat risiko yang dihadapi pasien.

Perubahan Demografi Serangan Jantung

Anggapan bahwa serangan jantung adalah masalah yang hanya dihadapi oleh orang lanjut usia sedang bergeser. Dr. Birry menyebutkan, "Hampir 70 persen usia rata-rata pasien serangan jantung adalah orang relatif muda, yaitu usia 30-35 tahun."

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahun karena penyakit kardiovaskular. WHO mencatat bahwa penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yang mencakup stroke dan hipertensi.

Sangat penting untuk menyadari bahwa 90 persen penyebab masalah kardiovaskular disebabkan oleh gaya hidup, dan hanya 10 persen yang terpengaruh oleh faktor genetik. Dengan demikian, perubahan gaya hidup menuju pola hidup lebih sehat sangatlah dianjurkan untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pentingnya Penanganan Nyeri Dada Sebagai Gejala Kardiovaskular

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!