Cadangan Air Purba Tersimpan di Dalam Bumi, Temuan Menarik bagi Ilmu Geologi
Sebuah studi terbaru mengungkapkan penemuan luar biasa: cadangan air purba yang besar tersimpan ribuan kilometer di bawah permukaan Bumi.
Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral
Temuan ini membuka cara baru untuk memahami evolusi planet kita dan bagaimana air berperan dalam menjadikannya layak huni.
Dalam penelitian yang dilakukan di China, para peneliti mensimulasikan kondisi ekstrim 660 kilometer di bawah permukaan Bumi, menunjukkan bahwa mineral bridgmanite menyimpan air secara signifikan.
Mantel Bumi terdiri dari lapisan batuan panas yang tebal dan semi padat, yang mewakili sekitar 84 persen volume planet ini dan 67 persen massanya.
Bagian terpanas dari mantel bersirkulasi perlahan layaknya plastik kental, berkontribusi pada dinamika geologis Bumi.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Science, merubah cara pandang kita terhadap penyimpanan dan distribusi air di dalam Bumi.
Profesor Du Zhixue dari Institut Geokimia Guangzhou menjelaskan bahwa air yang terkunci mungkin berasal dari proses mendinginkan batuan cair yang kemudian mengkristal.
Di masa lalu, saat Bumi sangat panas, air tidak mungkin ada dalam bentuk cair, namun sejumlah besar air terperangkap dalam struktur Bumi saat lautan magma bertransformasi.
Proses kristalisasi lautan magma membentuk mineral padat yang mengunci air seperti spons di dalam mantel.
Penelitian ini mengungkap bahwa jumlah air yang tersimpan setara dengan 0,08 hingga 1 kali volume seluruh lautan modern.
Keberadaan air yang terkunci di dalam Bumi berfungsi sebagai pelumas bagi mesin geologis, membantu dalam pembentukan atmosfer dan lautan purba yang akhirnya menjadikan Bumi layak huni.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: