Kebiasaan Pagi yang Perlu Dipertimbangkan untuk Kesehatan Ginjal
Kesehatan ginjal sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, terutama di pagi hari. Kebiasaan kecil yang diabaikan bisa berpotensi menimbulkan masalah serius bagi organ penting ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Penelitian mengungkapkan bahwa tindakan sederhana, seperti tidak minum air dan menahan buang air kecil, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Memahami praktik yang sebaiknya dihindari sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal yang optimal.
Setelah tidur beberapa jam, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. Mengonsumsi segelas air putih di pagi hari menjadi langkah penting untuk membuang racun dan mendukung proses penyaringan ginjal.
Sebuah laporan dalam jurnal Obesity Facts menekankan bahwa air membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan cara mengencerkan mineral yang bisa mengkristal. Hidrasi yang memadai juga berkontribusi pada penurunan hormon vasopresin, yang terkait dengan stres ginjal.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Kebiasaan menunda pengosongan kandung kemih dapat meningkatkan tekanan dalam kandung kemih serta ginjal. Penelitian dalam Korean Journal of Family Medicine menunjukkan bahwa menahan urine lebih dari tiga jam dapat berhubungan dengan tekanan darah yang lebih tinggi pada perempuan paruh baya.
Menahan buang air kecil tidak hanya berdampak pada tekanan darah, tetapi juga memperlemah otot kandung kemih, meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan berisiko mengakibatkan infeksi saluran kemih yang dapat menyebar ke ginjal.
Mengonsumsi obat pereda nyeri, terutama NSAID seperti ibuprofen, dalam keadaan perut kosong dapat memberi tekanan ekstra pada ginjal. Para ahli nefrologi mengungkapkan bahwa penggunaan NSAID jangka panjang tanpa kontrol dapat menyebabkan cedera ginjal.
Selain itu, melewatkan sarapan juga memiliki dampak serius pada kesehatan ginjal. Tanpa asupan makanan yang cukup, gula darah cenderung turun yang dapat memicu konsumsi camilan tidak sehat. Laporan dalam International Journal of Nephrology menyebutkan bahwa asupan natrium berlebihan terkait dengan progresi penyakit ginjal.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: