BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 10:35 WIB

Kebiasaan Mengupil dan Potensinya Terhadap Risiko Alzheimer

Kebiasaan Mengupil dan Potensinya Terhadap Risiko AlzheimerKebiasaan Mengupil dan Potensinya Terhadap Risiko Alzheimer

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan mengorek hidung bisa berhubungan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Reports pada tahun 2022.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Walaupun hubungan antara keduanya dianggap lemah, para peneliti meyakini bahwa kegiatan ini dapat berkontribusi pada perkembangan demensia, terutama melalui infeksi bakteri yang mengarah ke otak.

Penelitian dan Metodologi

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Griffith University di Australia, fokus utama adalah pada bakteri Chlamydia pneumoniae. Bakteri ini diketahui dapat menginfeksi manusia dan telah ditemukan pada otak penderita demensia lanjut.

Pengujian dilakukan menggunakan tikus sebagai model, di mana bakteri ini bergerak melalui saraf penciuman yang menghubungkan rongga hidung dan otak. Kerusakan pada epitel hidung diduga memperburuk infeksi saraf, yang dapat meningkatkan produksi protein amiloid-beta, indikator utama dari penyakit Alzheimer.

Ahli saraf, James St John, menyatakan, "Kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa Chlamydia pneumoniae dapat masuk langsung melalui hidung ke otak dan memicu patologi yang menyerupai penyakit Alzheimer." Temuan ini sangat penting karena memberikan perhatian terhadap kemungkinan dampak yang sama pada manusia.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan

Respons Sistem Saraf

Penelitian tersebut menunjukkan betapa cepatnya bakteri C. pneumoniae dapat memasuki sistem saraf pusat tikus. Dalam waktu 24 hingga 72 jam, bakteri ini mulai menginfeksi sistem saraf, bepergian melalui jalur hidung menuju otak.

James menambahkan, "Kami perlu melakukan penelitian ini pada manusia dan memastikan apakah jalur yang sama bekerja dengan cara yang sama. Penelitian ini telah lama diusulkan, tetapi belum pernah diselesaikan." Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman lebih dalam tentang penyakit neurodegeneratif.

Meski hasil penelitian saat ini masih terbatas, dampak potensi dari kebiasaan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih pada hubungan antara infeksi bakteri dan kesehatan otak.

Dampak Kebiasaan Mengupil

Kebiasaan mengupil merupakan sesuatu yang umum dilakukan, diperkirakan 9 dari 10 orang terlibat dalam aktivitas ini. Meskipun manfaat langsungnya tidak terdokumentasi jelas, penelitian ini memberi alasan untuk lebih berhati-hati pada kebiasaan tersebut.

James dan tim peneliti menekankan untuk menghindari kebiasaan ini jika memungkinkan, mengingat potensi kerusakan pada jaringan pelindung di dalam hidung. "Jika lapisan hidung rusak, Anda bisa meningkatkan jumlah bakteri yang masuk ke otak," ungkapnya.

Salah satu pertanyaan yang ingin dieksplorasi lebih lanjut adalah apakah peningkatan endapan protein amiloid-beta adalah respons imun alami. Penemuan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami secara mendalam hubungan antara kebiasaan mengupil dan risiko penyakit Alzheimer.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kebiasaan Mengupil dan Potensinya Terhadap Risiko Alzheimer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!