BGN Tegaskan Larangan Produk Impor dalam Program Makanan Bergizi
Isu viral mengenai produk minuman rasa susu dari China memicu tanggapan cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN). Larangan penggunaan bahan pangan impor dalam Menu Makan Bergizi (MBG) menjadi sorotan setelah foto kemasan produk tersebut beredar di media sosial.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Wakil Kepala BGN menegaskan bahwa ketentuan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk memastikan kualitas gizi yang baik bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan keprihatinan banyak warga terkait kualitas bahan pangan yang diimpor.
Isu mengenai minuman rasa susu ini mencuat setelah foto kemasan produk viral di media sosial. Produk tersebut dilaporkan diproduksi di Jinan City, Shandong, China, yang menimbulkan kecemasan di antara warganet.
Seorang pengguna platform media sosial X menyampaikan ketidakpuasan dengan mengatakan, 'Sedih dok susunya ini, dari China pula, Allahuakbar,' menggambarkan kekhawatiran masyarakat tentang keamanan dan kualitas bahan pangan impor.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Menanggapi isu tersebut, Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, menjelaskan ketentuan ketat mengenai bahan pangan dalam program MBG. 'Tidak boleh sedikitpun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,' ungkap Nanik.
Aturan ini bersifat mutlak dan wajib diikuti oleh semua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Dalam konteks ini, MBG merupakan program prioritas yang harus dipertanggungjawabkan, dan pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi tegas.
Nanik menekankan komitmen BGN untuk memberantas potensi pelanggaran. 'Kalau terbukti digunakan, akan kami tindak keras, termasuk sanksi hingga penghentian sementara atau suspend,' tegasnya.
BGN juga membuka saluran pengawasan publik, mengajak masyarakat untuk turut serta dalam proses pemantauan. 'Jika masyarakat menemukan susu impor, silakan laporkan melalui call center BGN di nomor 127,' tutup Nanik.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: