Mengapa Dewasa Membuat Kita Merasa Waktu Meluncur Cepat
Banyak orang mengeluhkan betapa cepatnya waktu berlalu saat sudah dewasa. Berbagai faktor psikologis dan biologis menjadi penyebab utama dari pengalaman ini.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Rutinitas sehari-hari yang monoton berpotensi membuat waktu terasa lebih cepat dibandingkan saat masa kanak-kanak yang penuh dengan eksplorasi.
Salah satu alasan waktu terasa lebih cepat bagi orang dewasa adalah persepsi psikologis. Saat mengalami banyak momen baru, waktu terasa lebih lambat, namun saat dewasa, pengalaman serupa membuat waktu terkesan singkat.
Dr. Philip Zimbardo, seorang psikolog terkenal, menjelaskan, 'Pikiran kita lebih bisa merasakan waktu saat kita terlibat sepenuhnya dalam momen.' Ini berarti bahwa kurangnya keterlibatan dalam aktivitas dapat membuat waktu berlalu lebih cepat.
Rutinitas yang tidak berubah dapat membuat pengalaman terkonsentrasi pada hal-hal yang sama. Akibatnya, momen berharga dari masa kecil justru semakin langka saat kita beranjak dewasa.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Di fase dewasa, banyak orang terjebak dalam rutinitas yang padat. Pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari mengambil hampir seluruh waktu, mengurangi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru.
Berbeda dengan masa kecil yang penuh eksplorasi dan permainan, aktivitas dewasa cenderung monoton dan terstruktur. Hal ini berkontribusi pada pengalaman yang berulang, yang pada gilirannya mempercepat persepsi waktu.
Ahli neurologi, David Eagleman, memberikan pandangannya, 'Pengalaman yang kaya dan beragam dapat memperlambat persepsi kita terhadap waktu.' Ketika kita terus terjebak dalam rutinitas, waktu terasa bergerak lebih cepat.
Selain faktor psikologis, ada juga perubahan biologis yang berpengaruh. Seiring bertambahnya usia, neuron di otak mengirimkan sinyal dengan kecepatan yang berkurang.
Penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan waktu dalam otak menjadi kurang efisien seiring bertambahnya usia. Hal ini memperkuat persepsi bahwa waktu semakin cepat berlalu.
Dr. Alain de Botton mencatat, 'Makin tua kita, makin sedikit waktu yang terasa penuh dan berharga.' Ini menunjukkan bahwa kesehatan mental dan fisik berperan penting dalam persepsi waktu kita.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: