Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru: 35 Gempa dalam Sehari
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, baru-baru ini menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan, dengan 35 gempa erupsi tercatat dalam enam jam terakhir.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Badan Geologi mengonfirmasi bahwa status gunung ini berada pada Level III (Siaga) dan mengeluarkan awan panas yang bisa meluncur sejauh 5.000 meter.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, Gunung Semeru mengalami awan panas guguran berulang kali dengan jarak luncur yang terukur. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengindikasikan bahwa awan panas tersebut bergerak menuju sektor tenggara ke arah Besuk Kobokan.
"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkapnya.
Dalam periode yang sama sejak awal Januari, aktivitas vulkanik juga terbukti melalui beberapa kali awan panas tercatat, lengkap dengan material yang mengalir dari puncak.
"Awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material," tambah Lana.
Rekaman seismik dari Gunung Semeru menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik didominasi oleh gempa letusan, guguran, dan embusan, bersamaan dengan tremor harmonik. Lana Saria menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya suplai dari bawah permukaan gunung.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," jelasnya.
Analisis seismik juga menunjukkan fluktuasi kecepatan seismik yang menandakan bahwa sistem vulkanik saat ini berada dalam fase relaksasi. Namun, hal ini tidak mengesampingkan potensi meningkatnya tekanan.
"Sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan," tambahnya.
Badan Geologi menekankan pentingnya keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Semeru. Statusnya yang tetap di Level III memerlukan perhatian khusus dari pendaki dan pengunjung.
"Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," tegas Badan Geologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: