Mengapa Teknologi Rem ABS Penting untuk Keselamatan Pengendara Sepeda Motor di Indonesia
Penerapan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) pada sepeda motor kini mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan di jalanan.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Menurut Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Yusuf Nugroho, banyak fitur keselamatan modern seperti rem ABS kini bisa diadopsi di Indonesia. Dengan fitur ini, pengendara diharapkan dapat melakukan manuver dengan lebih aman dalam berbagai kondisi jalan.
Teknologi ABS dirancang untuk mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Hal ini membantu pengendara mempertahankan kendali dan meningkatkan stabilitas kendaraan, terutama dalam keadaan darurat.
Yusuf Nugroho menambahkan, 'Banyak fitur keselamatan kini dapat diimplementasikan di Indonesia, mulai dari rem ABS hingga sistem stability control yang secara otomatis membantu kendaraan bermanuver lebih aman.' Dengan adanya teknologi ini, diharapkan angka kecelakaan dapat menurun.
Sistem ABS memungkinkan pengendara tetap bisa mengendalikan motor saat melakukan pengereman mendadak, yang mana ini sangat penting di jalanan yang sering kali tidak terduga.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan lonjakan penjualan sepeda motor sebesar 2,1 persen pada November 2025. Meskipun begitu, penerapan sistem keselamatan kendaraan masih banyak yang perlu diperbaiki.
Korlantas Polri mencatat bahwa sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor pada tahun 2024 disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman. Hal ini menegaskan perlunya teknologi seperti ABS untuk menghentikan tren kecelakaan yang tinggi.
Penelitian dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan ABS dapat mengurangi kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen, dengan target penurunan fatalitas hingga 50 persen pada tahun 2030.
Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, menyatakan pentingnya adanya kolaborasi lintas sektor dalam kebijakan keselamatan jalan. Menurutnya, ini sangat penting untuk menciptakan kerangka kerja keselamatan yang seimbang.
Rajni Gandhi, pemerhati dari lembaga nonpemerintah Road Safety India, menekankan perlunya perencanaan yang matang untuk penerapan ABS pada seluruh sepeda motor. Dengan langkah ini, diharapkan keselamatan berkendara dapat meningkat secara signifikan.
Penerapan wajib rem ABS pada semua sepeda motor di India yang akan dimulai pada Januari 2026 adalah contoh yang menunjukkan komitmen terhadap keselamatan berkendara, tanpa melihat kapasitas mesin.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: