Kemenkes Laporkan Penurunan Kasus Baru Influenza A(H3N2) di Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan 74 kasus baru subclade K dari influenza A(H3N2) setelah memeriksa 204 spesimen dalam rentang waktu tertentu.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, dengan puncaknya terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menginformasikan bahwa setelah mencapai puncak pada minggu ke-40, jumlah kasus subclade K mulai menunjukkan penurunan yang signifikan.
Ia mencatat bahwa tidak ada penambahan kasus baru sejak minggu ke-52, dan mayoritas pasien yang terinfeksi menunjukkan gejala ringan hingga sedang.
Dr. Nastiti Kaswandani, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa gejala dari subclade K ini tidak jauh berbeda dengan influenza A biasa.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Gejala yang umum dilaporkan termasuk demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan masalah pernapasan.
Dokter juga harus menyadari bahwa kondisi ini sulit dideteksi hanya dengan pemeriksaan visual, sehingga memerlukan analisis lebih lanjut.
Para tenaga medis dan dokter diharapkan untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya influenza, khususnya pada kelompok rentan.
Masyarakat disarankan untuk menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan.
Kesadaran terhadap virus H3N2 sebagai salah satu penyebab utama influenza musiman menjadi kunci dalam mengurangi dampak terhadap kesehatan publik.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: