BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 10:34 WIB

Peran Menyikat Gigi dalam Mencegah Pneumonia pada Pasien Rawat Inap

Peran Menyikat Gigi dalam Mencegah Pneumonia pada Pasien Rawat InapPeran Menyikat Gigi dalam Mencegah Pneumonia pada Pasien Rawat Inap

Menyikat gigi dua kali sehari dapat menurunkan risiko pneumonia secara signifikan pada pasien di rumah sakit, menurut penelitian terbaru dari Harvard.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Penemuan ini menyoroti pentingnya kebersihan mulut sebagai bagian dari perawatan kesehatan yang lebih luas di fasilitas medis.

Dampak Menyikat Gigi terhadap Kesehatan Pasien

Menyikat gigi terbukti membantu mengeliminasi bakteri penyebab masalah kesehatan serius. Dr. Tien Jiang dari Harvard menekankan, "Menyikat gigi membantu menghilangkan bakteri yang dapat memicu berbagai dampak kesehatan serius. Itu sangat masuk akal."

Research menunjukkan bahwa gerakan menyikat gigi efektif mengatasi plak yang lengket di gigi, dan hanya berkumur tidak cukup untuk menjaga kebersihan mulut.

"Hanya dengan menyikat gigi, bakteri tersebut bisa benar-benar disingkirkan," ungkap Dr. Jiang mengenai hal ini.

Pneumonia menjadi infeksi umum di kalangan pasien rawat inap, dengan lebih dari 633 ribu pasien di Amerika melaporkan kondisi ini saat dirawat untuk penyakit lain, berdasarkan laporan Agency for Healthcare Research and Quality.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Proses Penelitian dan Temuan Utama

Dalam penelitian ini, 15 uji klinis yang melibatkan hampir 2.800 pasien dengan kondisi kritis dianalisis. Studi ini membandingkan efektivitas dari menyikat gigi pada pasien sia dan malam, dengan fokus pada dampaknya terhadap kesehatan pasien.

Hasilnya menunjukkan pasien yang menyikat gigi dua kali sehari memiliki risiko 33 persen lebih rendah untuk mengembangkan pneumonia akibat perawatan rumah sakit. Mereka yang menggunakan ventilator juga mengalami peningkatan signifikan dalam kesehatan.

Secara keseluruhan, penelitian menemukan penurunan 19 persen pada risiko kematian di ICU dan waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien yang rutin menyikat gigi.

Kekuatan dan Keterbatasan Penelitian

Salah satu kekuatan utama dari penelitian ini adalah penggabungan banyak studi dalam analisis yang lebih besar. Dr. Jiang mencatat, "Dalam bidang kedokteran gigi, memiliki 15 uji klinis acak adalah pencapaian luar biasa."

Namun, terdapat keterbatasan di mana teknik menyikat gigi bisa bervariasi di setiap rumah sakit, dan penelitian ini tidak dapat dilakukan secara 'blind', yang mungkin berpengaruh pada perilaku tenaga medis.

Pneumonia sering terjadi akibat terhirupnya kuman dari mulut, dan risiko ini meningkat pada pasien yang menggunakan ventilator, karena selang pernapasan dapat menghantarkan bakteria ke paru-paru. Dr. Jiang menyatakan, "Pasien yang menggunakan ventilator kehilangan mekanisme alami untuk membersihkan saluran napas atas."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peran Menyikat Gigi dalam Mencegah Pneumonia pada Pasien Rawat Inap

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!