BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:34 WIB

Mbah Kirno: 20 Tahun Terkurung Akibat Mitos yang Mengikatnya

Mbah Kirno: 20 Tahun Terkurung Akibat Mitos yang MengikatnyaMbah Kirno: 20 Tahun Terkurung Akibat Mitos yang Mengikatnya

Mbah Kirno, seorang pria berusia 60 tahun, menghabiskan 20 tahun hidupnya dalam keterasingan akibat mitos rawarontek yang dipercayai keluarganya. Penemuan ini mengungkapkan tantangan serius terkait stigma gangguan jiwa di Indonesia.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Evakuasi Mbah Kirno oleh Ipda Purnomo, seorang polisi dan konten kreator, menjadi sorotan, menunjukkan betapa perlunya perhatian terhadap kondisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di masyarakat.

Menyingkap Penyekapan Selama Dua Dekade

Mbah Kirno dikurung oleh keluarganya di Desa Temon, Kabupaten Ponorogo, karena dianggap berbahaya akibat ilmu rawarontek. Dalam dua dekade tersebut, adiknya memenuhi kebutuhan dasarnya melalui celah jeruji, membiarkannya terisolasi dari dunia luar.

Keluarga Mbah Kirno percaya bahwa melepaskannya akan membahayakan lingkungan sekitar. Namun, Ipda Purnomo menjelaskan bahwa Mbah Kirno sebenarnya menderita gangguan jiwa dan tidak mendapatkan perawatan medis yang pantas selama kurungan.

Proses evakuasi Mbah Kirno melibatkan pembukaan jeruji besi dengan menggunakan gerinda, menunjukkan kondisi memprihatinkan di mana ia terbaring dan menutupi diri dengan kain sarung.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Mitos Rawarontek dan Budaya Masyarakat

Rawarontek menjadi bagian dari kepercayaan di Nusantara, di mana pemiliknya dianggap memiliki kekuatan magis dan sukar untuk dikalahkan. Keyakinan ini menciptakan ketakutan yang mendalam, bahkan menyebakan tindakan ekstrem terhadap mereka yang dicap memiliki ilmu ini.

Mitos menyatakan bahwa seseorang yang sekarat dapat kembali hidup jika tidak bersentuhan dengan tanah, menjadikan budaya ini cukup kompleks. Salah satu contoh nyata dari kepercayaan ini adalah keberadaan makam gantung di Jawa Timur yang menjadi saksi budaya.

Sementara cerita ini terlihat seperti karya fiksi, dampaknya terhadap masyarakat nyata dan nyata dalam penanganan gangguan jiwa di Indonesia.

Stigma dan Penanganan ODGJ

Kisah Mbah Kirno mencerminkan stigma yang dihadapi ODGJ di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang minim pemahaman tentang gangguan jiwa. Ketidakpahaman ini sering kali mendorong tindakan ekstrem, seperti pengurungan.

Dalam video evakuasinya, Ipda Purnomo menekankan perlunya ODGJ mendapatkan perawatan mental yang tepat, bukan dikhawatirkan atau diasingkan. Mbah Kirno tidak hanya butuh penanganan medis, tetapi juga dukungan sosial yang lebih baik.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan perlunya pendekatan humanis dalam menangani ODGJ, untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mbah Kirno: 20 Tahun Terkurung Akibat Mitos yang Mengikatnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!