BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 14:37 WIB

Waspada Obat Palsu: BPOM Temukan 8 Jenis Obat Populer yang Dipalsukan

Waspada Obat Palsu: BPOM Temukan 8 Jenis Obat Populer yang DipalsukanWaspada Obat Palsu: BPOM Temukan 8 Jenis Obat Populer yang Dipalsukan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya peredaran obat palsu di pasaran. Temuan terbaru menunjukkan bahwa ada delapan jenis obat yang menjadi sasaran pemalsuan dan dijual secara ilegal.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Obat-obatan ini biasanya dicari karena digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit dan sering kali terkait dengan potensi ketergantungan. Pelaku kejahatan cerdik memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan produk palsu dengan harga yang lebih miring.

Daftar Obat Palsu yang Ditemukan

Dalam pengawasan yang dilakukan, BPOM mengidentifikasi sejumlah obat yang paling kerap dipalsukan. Obat-obat tersebut meliputi Viagra, Cialis, Ventolin inhaler, Dermovate krim, Dermovate salep, Ponstan, Tramadol hydrochloride, dan Hexymer atau Trihexyphenidyl hydrochloride.

Permintaan tinggi terhadap obat-obatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pemalsuan. Terutama obat seperti tramadol dan trihexyphenidyl seringkali dijadikan target karena efek sampingnya yang bisa memberikan sensasi tertentu bagi beberapa penggunanya.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak

Bahaya Penggunaan Obat Palsu

BPOM menegaskan bahwa penggunaan obat palsu bisa berakibat sangat berbahaya bagi kesehatan. Ketidakpastian mengenai kandungan zat aktif di dalam obat tersebut dapat mengakibatkan risiko yang fatal.

Risiko yang mungkin terjadi meliputi keracunan, kegagalan pengobatan, dosis yang tidak tepat, hingga ketergantungan. Dalam beberapa kasus, penggunaan obat palsu bahkan dapat berujung pada kematian, seperti yang pernah terjadi pada pengguna yang menyalahgunakan obat.

Upaya Masyarakat untuk Mencegah Risiko

Dari pengamatan, BPOM mencatat bahwa salah satu pendorong maraknya peredaran obat palsu adalah kebiasaan masyarakat dalam membeli obat dari jalur yang tidak resmi. Oleh sebab itu, BPOM mendorong masyarakat untuk hanya membeli obat dari apotek atau toko obat resmi.

Bagi mereka yang ingin berbelanja obat secara online, BPOM merekomendasikan untuk menggunakan Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang telah terdaftar. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum melakukan pembelian.

Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Obat Palsu: BPOM Temukan 8 Jenis Obat Populer yang Dipalsukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!