Tragedi Virus Nipah: Kematian Pertama di Bangladesh Tahun Ini
Pada 3 Februari 2026, otoritas kesehatan Bangladesh mengkonfirmasi satu kematian akibat virus Nipah. Korban adalah perempuan berusia 45 tahun dari Distrik Naogaon, yang sebelumnya terpapar saat mengonsumsi getah kurma mentah.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Kematian ini menjadi perhatian serius karena infeksi virus Nipah di Bangladesh telah mengalami periode tenang sejak September 2025. Otoritas kesehatan segera melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus ini.
Kasus ini bermula antara 5 hingga 20 Januari 2026, ketika korban diketahui mengonsumsi getah kurma mentah. Gejala pertama muncul pada 21 Januari, termasuk demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot.
Sejak saat itu, kondisi kesehatan korban semakin memburuk, ditandai dengan anoreksia, kelemahan, muntah, hingga kejang. Pada 27 Januari, korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke klinik lokal.
Setelah dirujuk ke RS Rajshahi pada 28 Januari 2026, dilakukan pengambilan spesimen tenggorokan dan darah. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada hari yang sama.
Hasil pemeriksaan laboratorium pada 29 Januari menunjukkan hasil positif terinfeksi virus Nipah melalui metode PCR dan ELISA.
Menangani kasus kematian tersebut, otoritas kesehatan setempat segera melakukan pelacakan terhadap kontak dekat korban. Terdapat 35 kontak erat yang teridentifikasi, terdiri dari 3 orang serumah, 14 orang dalam komunitas, dan 18 orang di rumah sakit.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Dari jumlah kontak tersebut, enam orang menunjukkan gejala mirip, termasuk tiga orang serumah. Semua yang bergejala kemudian menjalani pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan negatif untuk virus Nipah.
Sebagai langkah pencegahan, semua kontak erat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 28 hari dan menjalani pemantauan selama dua bulan ke depan. Sampai saat ini, tidak ada kasus tambahan yang dilaporkan.
Tindakan cepat ini diharapkan dapat menekan kemungkinan penyebaran virus ke lebih banyak orang.
Infeksi virus Nipah bukanlah hal baru di Bangladesh, dengan beberapa kali kasus sebelumnya, terutama di Divisi Rajshahi. Kasus terakhir sebelum ini tercatat pada September 2025.
Penyebaran virus ini biasanya terkait dengan konsumsi makanan atau produk yang terkontaminasi dari hewan. Kesadaran masyarakat tentang risiko ini perlu ditingkatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: