BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 20:44 WIB

Waspada Nyeri Dada: Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Waspada Nyeri Dada: Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering DiabaikanWaspada Nyeri Dada: Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Nyeri dada sering dianggap sepele oleh masyarakat, sering kali disebut sebagai 'masuk angin' atau 'angin duduk'. Namun, gejala ini bisa menjadi sinyal bahaya yang berkaitan dengan serangan jantung.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple

Spesialis jantung mendesak agar masyarakat lebih peka terhadap gejala ini dan segera mencari bantuan medis untuk mencegah komplikasi fatal yang bisa terjadi.

Persepsi Umum Tentang Nyeri Dada

Di kalangan masyarakat, nyeri dada sering kali diasosiasikan dengan kondisi 'masuk angin' atau 'angin duduk'. Spesialis jantung, dr. Yislam Aljaidi, menambahkan bahwa keluhan lain seperti sakit punggung dan meriang juga kerap dihubungkan dengan kondisi ini.

Namun, dr. Yislam menegaskan bahwa nyeri dada dan gejala terkait bisa jadi pertanda awal serangan jantung yang seharusnya mendapatkan perhatian medis lebih serius.

Ia menyatakan, "Karena keluhannya nyeri dada nggak nyaman, bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung. Ditambah seolah-olah mirip gejala 'masuk angin'."

Baca juga: Olahraga Low Impact: Pilihan Ideal untuk Pemula

Dampak Penanganan yang Salah

Salah satu risiko terbesar dari pengabaian gejala serangan jantung adalah hilangnya waktu yang kritis. Dr. Yislam menjelaskan bahwa memilih metode pengobatan yang tidak tepat dapat mengancam keselamatan jiwa.

"Makanya dianggap kayak 'angin duduk' karena pada saat itu dia dikerokin saja. Sementara jantung itu butuh waktu yang critical, cepat dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap detik yang terlewat ketika gejala diabaikan dapat meningkatkan risiko henti jantung, yang bisa menjadi fatal.

Mitos Seputar Kerokan

Banyak yang merasakan kenyamanan setelah dikerok, namun dr. Yislam menegaskan bahwa metode ini bukanlah solusi untuk masalah jantung. Rasa nyaman yang dirasakan lebih merupakan sugesti belaka.

"Kalau dikerok, pembuluh darah yang di dalam (jantung) tetap tersumbat. Kerokan itu cuma persepsi masing-masing orang dan sebenarnya sugesti saja," katanya.

Lebih jauh lagi, ia memperingatkan bahwa kerokan bisa berisiko menyebabkan infeksi dan peradangan pada kulit, terutama jika alat yang digunakan tidak steril.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Nyeri Dada: Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!