BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 18:54 WIB

Pengamatan Hilal 17 Februari, Kementerian Agama Hadapi Tantangan Awal Ramadan

Pengamatan Hilal 17 Februari, Kementerian Agama Hadapi Tantangan Awal RamadanPengamatan Hilal 17 Februari, Kementerian Agama Hadapi Tantangan Awal Ramadan

Penetapan awal Ramadan di Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan akan dipengaruhi oleh hasil pengamatan hilal yang dilakukan pada 17 Februari mendatang oleh Kementerian Agama RI.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Namun, laporan dari Observatorium Bosscha mengindikasikan bahwa hilal tidak akan terlihat pada tanggal tersebut, sehingga pengamatan lanjutan direncanakan pada 18 Februari 2026.

Proses Sidang Isbat Kementerian Agama

Kementerian Agama Republik Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadan, melalui mekanisme resmi yang disebut sidang isbat.

Sidang isbat dilakukan berdasarkan pengamatan hilal dan merujuk pada data astronomis serta hasil observasi dari berbagai lembaga, termasuk Observatorium Bosscha di Institut Teknologi Bandung.

Sidang yang direncanakan pada 17 Februari 2026 ini akan menjadi momen krusial dalam menentukan kapan umat Muslim di seluruh Indonesia memulai puasa.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Keterangan Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha menyampaikan bahwa hilal tidak mungkin terlihat pada 17 Februari karena posisi Bulan terbenam sebelum Matahari.

Pihak observatorium menyatakan bahwa 'data peta ketinggian Bulan saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia menunjukkan ketinggian Bulan berada pada nilai negatif, dengan kisaran sekitar -1,5 derajat hingga -3,0 derajat'.

Dengan demikian, irisan cahaya yang cukup untuk melakukan pengamatan hilal tidak akan ada pada hari tersebut.

Peran Observatorium dalam Penetapan Awal Bulan Hijriah

Observatorium Bosscha memainkan peran penting sebagai referensi dalam penetapan awal bulan Hijriah, dengan melakukan pengamatan hilal hampir setiap bulan.

Meskipun demikian, keputusan akhir mengenai awal Ramadan tetap berada di tangan Kementerian Agama melalui sidang isbat.

Pengamatan serta penelitian yang dilakukan oleh observatorium ini berfungsi sebagai masukan yang membantu pemerintah dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengamatan Hilal 17 Februari, Kementerian Agama Hadapi Tantangan Awal Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!