BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 15:05 WIB

Waspadai Risiko Kesehatan Mengonsumsi Gorengan Saat Berbuka Puasa

Waspadai Risiko Kesehatan Mengonsumsi Gorengan Saat Berbuka PuasaWaspadai Risiko Kesehatan Mengonsumsi Gorengan Saat Berbuka Puasa

Gorengan kerap menjadi pilihan banyak orang saat berbuka puasa. Namun, mengonsumsinya secara langsung saat perut kosong bisa berisiko bagi kesehatan pencernaan.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi, dari IPB University, mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi setelah seharian berpuasa untuk menghindari gangguan kesehatan.

Dampak Negatif Gorengan bagi Kesehatan Pencernaan

Gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan. Menurut Dr. Karina, mengonsumsinya sebagai makanan pertama setelah berpuasa tidak dianjurkan.

Lemak, sebagai zat gizi, lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. Proses pencernaan lemak membutuhkan waktu lebih lama dan dapat membebani sistem pencernaan yang sudah lama beristirahat.

Menerima makanan tinggi lemak setelah berpuasa bisa menyebabkan gangguan, seperti sakit perut, mual, dan mules. Hal ini menjadi perhatian khusus untuk individu dengan riwayat gangguan lambung.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Peningkatan Asam Lambung dan Efeknya

Mengonsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung. Dr. Karina menekankan bahwa kondisi ini bisa sangat menyakitkan, terutama bagi orang yang memiliki masalah lambung.

“Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya,” jelasnya.

Karena itu, mempertimbangkan jenis makanan saat berbuka sangat penting agar tidak merugikan kesehatan.

Mengonsumsi Gorengan dengan Bijak

Meski demikian, Dr. Karina menegaskan bahwa gorengan tidak harus sepenuhnya dihindari. Gorengan masih boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya ada jeda waktu dan dalam jumlah yang terbatas.

Disarankan untuk menikmati gorengan setelah mengonsumsi makanan ringan atau makanan utama. Pembatasan jumlah gorengan juga penting untuk menghindari risiko obesitas akibat konsumsi lemak berlebih.

“Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari,” ujarnya.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspadai Risiko Kesehatan Mengonsumsi Gorengan Saat Berbuka Puasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!