BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:09 WIB

Faktor Genetik Menentukan Umur Panjang Manusia Menurut Penelitian Baru

Faktor Genetik Menentukan Umur Panjang Manusia Menurut Penelitian BaruFaktor Genetik Menentukan Umur Panjang Manusia Menurut Penelitian Baru

Sebuah penelitian dari Institut Sains Weizmann di Israel menemukan bahwa hingga 50% kemungkinan seseorang dapat hidup hingga tua dipengaruhi oleh faktor genetik. Temuan ini menyoroti bahwa rentang usia manusia tidak hanya ditentukan oleh gaya hidup dan faktor luar.

Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo

Penelitian yang dipimpin oleh Ben Shenhar ini juga mencatat peranan signifikan dari mortalitas ekstrinsik seperti kecelakaan dan penyakit menular dalam membentuk harapan hidup. Dengan analisis yang mendalam, studi ini memberikan perspektif baru tentang interaksi antara gen dan lingkungan.

Peran Genetik dan Mortalitas Ekstrinsik

Menurut Ben Shenhar, penulis utama penelitian, faktor genetik memainkan peranan krusial dalam harapan hidup individu. "Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," ujarnya.

Studi ini memanfaatkan data dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19 untuk menyelidiki lebih dalam tentang pengaruh genetik. Namun, analisis ini juga menambah perspektif dengan memasukkan mortalitas ekstrinsik yang memiliki dampak signifikan terhadap harapan hidup.

Mortalitas ekstrinsik meliputi berbagai penyebab, seperti penyakit menular dan kecelakaan, yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian terkait harapan hidup. Temuan ini mengindikasikan bahwa sifat genetik bukanlah satu-satunya penentu usia seseorang.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat

Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini, para peneliti menerapkan rumus matematika untuk memperhitungkan mortalitas ekstrinsik di antara kembar. Studi ini mencakup kembar yang meninggal di usia tua akibat penyebab alami dan yang meninggal lebih muda karena penyakit.

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsik pada masa lalu jauh lebih tinggi, khususnya sebelum ditemukan antibiotik yang membantu mengobati penyakit. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor luar yang memengaruhi harapan hidup dalam konteks genetik.

Analisis yang cermat ini memberikan hasil yang menunjukkan bagaimana kesehatan masyarakat dan kemajuan ilmiah dapat memengaruhi harapan hidup serta fatalitas dari berbagai penyakit.

Implikasi Penemuan

Uri Alon, penulis senior studi dan ahli biologi sistem di Institut Sains Weizmann, menyatakan bahwa penelitian sebelumnya sering kali tidak memperhitungkan mortalitas ekstrinsik. "Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik," jelasnya.

Hasil penelitian ini membawa implikasi penting bagi pemahaman kita tentang genetika dan umur panjang, dimana beberapa gen dapat memberikan dampak baik maupun buruk. Shenhar menambahkan, "Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen."

Penemuan ini membuka jalur untuk penelitian lebih lanjut mengenai gen yang dapat mendukung umur panjang, serta menekankan pentingnya faktor eksternal dalam analisis genetik dan kesehatan.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Faktor Genetik Menentukan Umur Panjang Manusia Menurut Penelitian Baru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!