BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 13:30 WIB

Mengungkap Sindrom Guillain-Barré: Pengetahuan Penting tentang Gangguan Saraf Langka

Mengungkap Sindrom Guillain-Barré: Pengetahuan Penting tentang Gangguan Saraf LangkaMengungkap Sindrom Guillain-Barré: Pengetahuan Penting tentang Gangguan Saraf Langka

Sindrom Guillain-Barré adalah kondisi autoimun yang langka dan serius, mengganggu sistem saraf perifer. Ini menyebabkan kelemahan otot yang dapat berujung pada kelumpuhan jika tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR

Meskipun banyak yang berhasil pulih, pengetahuan dan penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang yang berbahaya.

Pengenalan Sindrom Guillain-Barré

Sindrom Guillain-Barré (GBS) terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf di tubuh, terutama di bagian tepi. Kondisi ini seringkali dimulai setelah infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atau diare.

Gejala awal GBS biasanya berupa kelemahan yang dimulai dari kaki, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Banyak pasien melaporkan mengalami rasa kesemutan atau mati rasa sebelum kelemahan otot yang lebih signifikan terjadi.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti dari sindrom ini masih dalam penelitian, tetapi ada hubungan yang jelas antara GBS dan infeksi tertentu. Infeksi virus Zika, Campylobacter jejuni, dan influenza diketahui dapat memicu timbulnya GBS.

Walaupun tidak umum, riwayat penyakit autoimun dapat menjadi faktor risiko. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Gejala GBS sangat bervariasi, namun kebanyakan pasien mengalami kelemahan otot yang progresif yang dapat mengganggu kemampuan bernapas. Gejala ini umumnya mulai muncul dua hingga empat minggu setelah infeksi awal.

Diagnosis GBS biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan beberapa tes tambahan, termasuk analisis cairan spinal dan pemeriksaan konduksi saraf. Mengonfirmasi diagnosis dengan benar sangat penting untuk memulai pengobatan yang tepat waktu.

Pengobatan GBS melibatkan terapi intravena imunoglobulin (IVIG) atau plasmapheresis untuk mempercepat proses pemulihan. Selain itu, rehabilitasi fisik diperlukan untuk membantu pasien mendapatkan kembali kekuatan otot secara bertahap.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengungkap Sindrom Guillain-Barré: Pengetahuan Penting tentang Gangguan Saraf Langka

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!