Dampak Stres Terhadap Maag: Apa yang Bisa Dilakukan?
Stres kerap menjadi pemicu meningkatnya gejala maag, membuat banyak orang mencari cara untuk meredakannya.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Beragam solusi, dari pengobatan hingga perubahan pola makan, dapat membantu mengatasi masalah lambung saat tekanan datang.
Stres emosional memiliki dampak besar terhadap produksi asam lambung dalam tubuh. Dalam situasi stres, tubuh biasanya memproduksi lebih banyak asam, yang berisiko mengiritasi lambung.
Selain itu, pola makan yang tidak teratur dan kurangnya istirahat saat mengalami stres juga berkontribusi pada gejala maag.
Menurut Dr. Budi, seorang dokter spesialis gastroenterologi, "Stres bisa menyebabkan otot-otot di sekitar lambung berkontraksi, sehingga membuat kita lebih rentan terhadap rasa sakit dan ketidaknyamanan."
Dengan memahami pemicu stres, seseorang dapat lebih mudah mengelola gejala yang muncul.
Beberapa jenis obat tersedia untuk meredakan gejala maag, seperti antasida, H2 blocker, dan proton pump inhibitors (PPIs). Antasida berguna untuk menetralkan asam lambung dan memberikan cepat relief saat gejala muncul.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
H2 blocker, contohnya ranitidin, dapat mengurangi jumlah asam yang diproduksi. Dokter sering menyarankan penggunaan obat ini sebelum makan jika stres menjadi pemicu.
Proton pump inhibitors seperti omeprazole bermanfaat untuk pengobatan jangka panjang, terutama bagi mereka yang sering mengalami gejala maag.
Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi kesehatan perorangan.
Mengatur pola makan dan gaya hidup adalah langkah penting untuk mencegah kambuhnya maag. Mengonsumsi makanan bergizi sembari menghindari makanan pedas, asam, atau berlemak dapat menjaga kesehatan lambung.
Stres dapat dikelola dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi. Penelitian menunjukkan bahwa praktik ini tidak hanya menenangkan pikiran tetapi juga mengurangi ketegangan fisik pada lambung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: