BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 13:12 WIB

Teknologi AI di Dunia Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Paru-paru

Teknologi AI di Dunia Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Paru-paruTeknologi AI di Dunia Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Paru-paru

Kemunculan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi terobosan dalam sektor medis, khususnya dalam mendeteksi kanker dengan lebih cepat dan akurat. Di Indonesia, Siloam berkolaborasi dengan AstraZeneca untuk memperkenalkan solusi berbasis AI melalui perangkat lunak Qure.ai.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Inovasi ini bertujuan untuk menekan angka kematian akibat kanker, terutama kanker payudara yang mencatat lebih dari 22 ribu kematian pada tahun 2020. Dengan menggunakan AI, diharapkan deteksi dini akan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien.

Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker

Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca merupakan langkah strategis untuk mengatasi meningkatnya kasus kanker di Indonesia. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan), kanker payudara adalah penyebab utama kematian, menuntut langkah-langkah inovatif dalam diagnosis.

Kanker paru-paru juga mencatatkan diri di antara jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi. Dalam konteks ini, penerapan teknologi AI sangat penting untuk meningkatkan sistem deteksi dini.

Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menekankan, "Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Teknologi AI memberikan bantuan dalam proses klasifikasi faktor HER2, yang krusial dalam menentukan pengobatan kanker payudara. Klasifikasi ini mencakup faktor HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif.

Menurut Dr. Jeffry Beta Tenggara, seorang dokter spesialis penyakit dalam, "Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu."

Hasil penelitian dari American Society of Clinical Oncology (ASCO) menunjukkan bahwa akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara mencapai 92 persen, menandakan potensi besar dalam upaya diagnosis.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

Teknologi AI tidak hanya terbatas pada kanker payudara tetapi juga berkembang dalam membantu deteksi kanker paru-paru. Kanker ini ditandai dengan pertumbuhan nodul atau benjolan pada jaringan paru yang tidak terkontrol.

Proses diagnosis untuk kanker paru sering melibatkan analisis CT scan yang kompleks, di mana nodul kadang tersembunyi oleh struktur lain. Hal ini menjadikan identifikasi nodul sulit dan menuntut kecermatan tinggi.

Dokter spesialis radiologi, Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, menyatakan, "AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal."

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Teknologi AI di Dunia Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Paru-paru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!