Dua Spesies Ngengat Baru Ditemukan, Bukti Keberagaman Hayati Indonesia
Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengidentifikasi dua spesies ngengat baru yang merupakan endemik Indonesia, yakni Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Penemuan ini menegaskan kekayaan biodiversitas yang ada di tanah air, sekaligus menambah catatan penting dalam penelitian biodiversitas di Indonesia.
Dua spesies baru ini, Glyphodella fojaensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026 dan Chabulina celebesensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026, dideskripsikan oleh Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.
Glyphodella fojaensis menjadi satu-satunya spesies dari genus Glyphodella yang tercatat di Indonesia, sedangkan Chabulina celebesensis merupakan spesies endemik yang berasal dari Sulawesi.
Penetapan nama spesies ini berlandaskan pada metodologi ilmiah yang sistematis.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Kedua spesies ngengat tersebut menunjukkan karakter morfologi yang distintif. Rosichon Ubaidillah menjelaskan, 'Glyphodella fojaensis memiliki bercak kuning berbentuk bulat pada sayap depan dan struktur genitalia jantan yang unik.'
Chabulina celebesensis dapat dikenali melalui pola garis pada sayap dan bentuk genitalia yang spesifik. Karakteristik morfologi ini menjadi dasar utama dalam penetapan keduanya sebagai spesies baru.
Dalam penelitian ini, sejumlah teknik digunakan untuk mengumpulkan data, termasuk penggunaan perangkap cahaya. Spesimen yang terkumpul diawetkan dan disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai koleksi nasional.
Penemuan ini tidak hanya menambah wawasan tentang keanekaragaman serangga di Indonesia, khususnya dari kelompok ngengat famili Crambidae, tetapi juga menyoroti pentingnya perlindungan ekosistem hutan di Papua dan Sulawesi.
Pentingnya pelestarian habitat ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan spesies-spesies endemik yang ada.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: