Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 12:32 WIB

Musim Baru Akibat Aktivitas Manusia: Mengancam Ekosistem dan Pola Cuaca Tradisional

Author

zenmoms.id – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa aktivitas manusia telah menyebabkan munculnya musim baru di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini menciptakan sejumlah tantangan serius bagi ekosistem dan lingkungan.

Peneliti Felicia Liu dari Universitas York menjelaskan bahwa munculnya ‘musim kabut asap’ dan ‘musim sampah’ adalah salah satu contoh nyata bagaimana tindakan manusia mempengaruhi keseimbangan alam.

Musim Baru yang Diciptakan Manusia

Penelitian yang dipimpin oleh Felicia Liu mengidentifikasi ‘musim kabut asap’ yang terjadi di Asia Tenggara, khususnya negara-negara yang terletak di wilayah khatulistiwa seperti Indonesia. Musim ini berlangsung ketika asap hasil pembakaran vegetasi untuk membuka lahan menyelimuti langit selama beberapa minggu.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga menimbulkan risiko baru bagi ekosistem lokal. Misalnya, selain musim kabut asap, muncul pula ‘musim sampah’ di pantai-pantai Bali, di mana plastik terakumulasi antara bulan November hingga Maret akibat pasang surut air laut.

Kondisi ini menimbulkan ancaman nyata terhadap lingkungan, pariwisata, dan kesehatan masyarakat. Konsentrasi polusi dan sampah berpotensi menciptakan masalah visual yang mengganggu dan mempengaruhi keselamatan ekosistem laut.

Musim yang Hilang dan Dampaknya

Berdasarkan studi yang sama, beberapa musim tradisional dilaporkan telah menghilang, menyebabkan perubahan signifikan dalam ekosistem. Misalnya, perilaku migrasi hewan telah terganggu, dengan menurunnya jumlah burung laut yang menunjukkan perubahan waktu kawin akibat perubahan iklim.

Liu mengungkapkan, ‘Bumi dan musim-musimnya kini seakan memiliki ritme baru’, yang berakar dari pengaruh perubahan iklim. Dampak dari kondisi ini termasuk peningkatan frekuensi bencana alam, yang memberikan stres tambahan bagi populasi yang bergantung pada pola cuaca musiman.

Contoh lainnya di Thailand menunjukkan bagaimana kegiatan manusia telah merusak ritme alam. Bendungan yang dibangun di hulu sungai mengganggu aliran air dan mengancam kegiatan pertanian serta penangkapan ikan yang telah berlangsung selama generasi.

Pola Musim yang Tidak Terduga

Perubahan pola musim yang tak terduga mengakibatkan kesulitan dalam memprediksi waktu terjadinya peristiwa alam. Felicia dan rekannya, Thomas Smith, merujuk pada istilah ‘musim aritmia’ untuk menggambarkan ritme abnormal dalam pola musiman yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekologis yang telah dikenal oleh masyarakat selama ini. Dulu, aliran sungai yang mengikuti pola musiman membantu penduduk lokal dalam kegiatan menangkap ikan dan bertani.

Namun, dengan semakin panjangnya musim panas dan perubahan dalam curah hujan, para petani kini dihadapkan pada ketidakpastian hasil panen. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak-pihak berwenang untuk mencari solusi terbaik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags musim
TERPOPULER
BERITA TERBARU