Senin, 06 OKTOBER 2025 • 16:15 WIB

Kasus Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis: Tindakan Perbaikan Diperlukan

Author

Kasus Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis: Tindakan Perbaikan Diperlukan

Kasus keracunan makanan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 6.457 orang dengan sebagian besar disebabkan oleh dapur yang tidak mematuhi prosedur operasional standar (SOP). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan perlunya perbaikan alih-alih penghentian program tersebut.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Prasetyo menjelaskan bahwa perhatian harus difokuskan pada kesesuaian SOP di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Data Kasus Keracunan MBG

Hingga saat ini, sebanyak 6.457 orang telah terkontaminasi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah II, khususnya Pulau Jawa, tercatat sebagai yang paling parah dengan 4.147 orang terpengaruh.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa masalah sanitasi air di beberapa SPPG berkontribusi terhadap tingginya angka keracunan ini. Banyak dapur yang terlibat dalam program MBG tidak memenuhi standar sanitasi, yang berpotensi memicu insiden keracunan makanan selama dua bulan terakhir.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Kepentingan Mematuhi SOP

Prasetyo Hadi menekankan bahwa ketidakpatuhan terhadap SOP di SPPG adalah penyebab utama terjadinya kasus keracunan. "Karena data juga mengatakan bahwa di tempat-tempat yang terjadi permasalahan, hampir semuanya karena tidak menjalankan prosedur seperti yang seharusnya," ungkapnya.

Mematuhi SOP dianggap sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Pemerintah telah merencanakan evaluasi dan perbaikan menyeluruh pada semua aspek pelaksanaan program ini.

Perbaikan Program MBG dan Rencana Perpres

Menteri Sekretaris Negara memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan terus berjalan dengan perbaikan yang dibutuhkan. "Kekurangan yang terjadi itu yang kita perbaiki," tegasnya, menolak untuk menghentikan program tersebut.

Prasetyo juga menambahkan bahwa Perpres mengenai MBG sedang dalam proses penyempurnaan dan diharapkan akan diratifikasi dalam pekan ini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan dalam program tersebut.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU