Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 15:32 WIB

Mengenal Talasemia: Penyakit Darah Turunan yang Harus Diketahui

Author

Mengenal Talasemia: Penyakit Darah Turunan yang Harus Diketahui

Talasemia adalah kelainan darah yang diwariskan secara genetik dan dapat menyebabkan komplikasi serius di masa depan. Penyakit ini berhubungan erat dengan pembentukan hemoglobin yang tidak normal, yang penting untuk distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Di Indonesia, masalah ini cukup signifikan, terutama di kalangan masyarakat keturunan tertentu seperti Cina dan Arab. Data menunjukkan prevalensi talasemia yang tinggi di daerah tersebut, sehingga pemahaman dan penanganan yang tepat sangatlah penting.

Apa Itu Talasemia?

Talasemia merupakan kondisi di mana tubuh mengalami kesulitan dalam memproduksi hemoglobin secara normal. Terdapat dua jenis talasemia yang utama, yaitu talasemia alfa dan beta, yang masing-masing disebabkan oleh kelainan genetik yang berbeda.

Penyakit ini dapat diwariskan jika orang tua merupakan pembawa gen talasemia, sehingga lebih umum di populasi dengan sejarah genetik tertentu. Hal ini berarti individu yang memiliki orang tua pembawa gen memiliki kemungkinan besar mewarisi kondisi ini.

Gejala talasemia dapat bervariasi, mulai dari yang ringan seperti anemia dan kelelahan hingga yang lebih parah yang memerlukan transfusi darah rutin. Dalam kasus serius, pertumbuhan anak-anak juga mungkin terhambat.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak

Diagnosis dan Pengujian

Diagnosis talasemia umumnya dilakukan melalui tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin dan sel darah merah. Tes genetik juga kerap dilakukan untuk menentukan status pembawa gen talasemia dalam sebuah keluarga.

Di Indonesia, kini sejumlah rumah sakit dan laboratorium menyediakan layanan pemeriksaan genetik untuk talasemia. Hal ini sangat bermanfaat bagi pasangan yang merencanakan pernikahan atau memiliki anak, untuk mengetahui risiko yang ada.

Meningkatkan kesadaran publik tentang talasemia dan pentingnya pemeriksaan genetik juga menjadi kunci. Banyak individu yang tidak memahami bahwa mereka dapat menjadi pembawa tanpa menunjukkan gejala.

Pengobatan dan Manajemen

Pengobatan untuk talasemia sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Dalam kasus ringan, perubahan pola makan dan suplemen mungkin sudah cukup, tetapi pasien yang lebih parah seringkali memerlukan transfusi darah secara rutin.

Bersamaan dengan transfusi, terapi chelation sering diterapkan untuk mengatasi penumpukan zat besi akibat transfusi berulang. Prosedur ini penting untuk menghindari kerusakan serius pada organ akibat kelebihan zat besi.

Dukungan dari masyarakat dan organisasi yang peduli terhadap talasemia sangat diharapkan, agar penderita dan keluarganya mendapatkan informasi dan bantuan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU