Perusahaan asal Amerika Serikat, InventWood, baru saja meluncurkan Superwood, material inovatif yang 10 kali lebih kuat dari baja berdasarkan beratnya dan enam kali lebih ringan.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Dengan potensi untuk merevolusi dunia konstruksi, Superwood menawarkan kemampuan luar biasa dan dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan baja.
Inovasi dan Pengembangan Superwood
Peneliti Liangbing Hu dari University of Maryland telah melakukan eksperimen lebih dari satu dekade untuk mengubah struktur alami kayu menjadi material yang lebih kuat. Penelitiannya berfokus pada selulosa, komponen utama yang menentukan kekuatan kayu.
Salah satu eksperimen awal Hu menghasilkan kayu transparan dengan menghilangkan sebagian lignin, namun terobosan signifikan terjadi pada tahun 2017 ketika ia mengembangkan metode perlakuan kimia diikuti oleh tekanan panas tinggi untuk memperkuat selulosa dan meruntuhkan struktur sel kayu.
Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa rasio kekuatan terhadap berat Superwood melampaui sebagian besar logam dan paduan struktural. Temuan ini membuka babak baru untuk material berbasis kayu dalam konstruksi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kemampuan dan Aplikasi Superwood
InventWood kini memproduksi Superwood secara komersial di pabriknya di Frederick, Maryland. CEO perusahaan, Alex Lau, menggambarkan Superwood sebagai material yang 'berperilaku seperti kayu, tetapi jauh lebih kuat dan ringan.'
Superwood dapat membuat bangunan hingga empat kali lebih ringan, meningkatkan kemudahan dalam proses konstruksi serta ketahanan terhadap gempa. Rencana awal perusahaan berfokus pada penggunaan Superwood untuk aplikasi luar ruangan seperti dek dan pelapis dinding eksterior.
Di tahun mendatang, InventWood berencana memperluas penggunaan Superwood ke interior bangunan, termasuk panel dinding, lantai, dan furnitur. Material ini juga bisa menggantikan komponen logam seperti sekrup dan paku, menciptakan peluang baru dalam konstruksi.
Dampak Lingkungan dan Tantangan
Meskipun proses produksi Superwood menghasilkan jejak karbon lebih besar dibandingkan kayu biasa, emisi yang dihasilkan sekitar 90% lebih rendah dibandingkan baja. Ini menunjukkan komitmen InventWood untuk menjadikan Superwood pesaing baja.
Superwood dimodifikasi hingga tingkat molekuler, memberikan kekuatan dan fleksibilitas lebih baik dibandingkan kayu rekayasa lainnya. Proses ini juga dapat diterapkan pada 19 jenis kayu dan bambu, memperluas jangkauan penggunaannya.
Tren konstruksi berbasis kayu semakin meningkat, dengan pencakar langit kayu mulai dibangun di kota-kota besar. Menurut Profesor Philip Oldfield dari University of New South Wales, 'Superwood dapat memungkinkan arsitek merancang struktur yang lebih luas.' Namun, industri konstruksi masih memerlukan edukasi dan dukungan regulatori untuk memperluas penggunaan material ini.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: