Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 14:34 WIB

Manfaat Pati Resistan dalam Pisang: Penelitian Jangka Panjang soal Pencegahan Kanker

Author

Manfaat Pati Resistan dalam Pisang: Penelitian Jangka Panjang soal Pencegahan Kanker

Dalam penelitian yang berlangsung selama dua dekade, pisang terbukti memiliki potensi dalam mencegah berbagai jenis kanker, khususnya di saluran cerna bagian atas. Dengan melibatkan hampir 1.000 pasien, hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi rutin pisang dapat mengurangi risiko kanker secara signifikan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Leeds menyoroti efek pencegahan dari pati resistan yang terkandung dalam pisang. Temuan ini menunjukkan perlunya konsumsi makanan ini untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan mencegah kanker.

Manfaat Pati Resistan dalam Pisang

Pati resistan adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh manusia, yang ditemukan dalam berbagai makanan termasuk pisang. Penelitian menunjukkan bahwa pati resistan memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko kanker, terutama pada kanker saluran cerna bagian atas, seperti esofagus dan lambung.

Studi yang diterbitkan di Cancer Prevention Research mencatat bahwa meski konsumsi pati resistan selama dua tahun tidak menghasilkan perubahan signifikan terhadap kanker usus, penurunan yang jelas terlihat untuk jenis kanker lainnya. Temuan ini memberikan pandangan baru dalam memahami manfaat konsumsi pisang.

Profesor John Mathers dari Universitas Newcastle menyatakan, 'Kami menemukan bahwa pati resistan mengurangi berbagai jenis kanker hingga lebih dari 60%. Efeknya paling nyata di bagian atas usus.' Hal ini mengindikasikan pentingnya penambahan pati resistan dalam diet sehari-hari.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya

Metodologi Penelitian dan Hasil

Penelitian yang dilakukan antara tahun 1999 hingga 2005 melibatkan hampir 1.000 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi pati resistan sementara kelompok lain menerima plasebo.

Dari hasil tindak lanjut selama dua dekade, hanya lima kasus baru kanker saluran cerna bagian atas yang terdeteksi di antara peserta yang mengonsumsi pati resistan, sedangkan kelompok plasebo melaporkan 21 kasus baru. Temuan ini menunjukkan signifikansi sebagai langkah pencegahan kanker.

Ditegaskan oleh Profesor Sir John Burn, 'Temuan bahwa aspirin dapat mengurangi risiko kanker usus besar dan kanker lainnya hingga setengahnya sangatlah penting.' Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap pati resistan bisa membawa perubahan dalam pendekatan kesehatan masyarakat.

Penelitian Lanjutan dan Potensi

Melihat hasil positif dari penelitian ini, tim peneliti melanjutkan penelitian dengan uji coba internasional bernama CaPP3. Uji coba ini melibatkan lebih dari 1.800 individu dengan sindrom Lynch, fokus pada dosis aspirin yang lebih kecil.

Penelitian ini didanai oleh berbagai lembaga, termasuk Cancer Research UK, yang menegaskan komitmen global dalam mencari solusi pencegahan kanker. Upaya ini penting untuk memahami lebih lanjut tentang mekanisme efek pencegahan pati resistan dan aspirin.

Profesor Tim Bishop dari Sekolah Kedokteran Leeds mengungkapkan, 'Hasilnya menggembirakan, tetapi besarnya efek perlindungan pada saluran pencernaan bagian atas tidak terduga sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.' Hal ini mencerminkan harapan yang tinggi namun memerlukan penelitian yang lebih mendalam.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU