Krisdayanti berhasil meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Wushu atau World Kungfu Championships 2025 yang berlangsung di China. Kemenangan ini diumumkan melalui akun Instagram-nya pada Minggu, 19 Oktober, di mana ia menorehkan prestasi di nomor senjata tunggal putri-shanzi.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Kejuaraan yang berlangsung dari 14 hingga 20 Oktober ini melibatkan peserta dari berbagai negara. Krisdayanti, mantan anggota DPR RI, menjadi salah satu kontingen Indonesia di ajang prestisius ini.
Kejuaraan Dunia Wushu 2025
Kejuaraan Dunia Wushu 2025 menjadi ajang penting yang diselenggarakan oleh federasi wushu dunia (IWUF). Acara ini meliputi berbagai kategori dan disiplin, memberikan berbagai kesempatan kepada para praktisi kungfu untuk bersaing di tingkat internasional.
Kejuaraan ini berlangsung di China dari 14 hingga 20 Oktober, dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara, menunjukkan besarnya minat dan dukungan terhadap seni bela diri ini. Berbagai nomor kompetisi ditawarkan, tidak hanya terbatas pada kategori resmi, tetapi juga untuk senjata dan disiplin tradisional lainnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Prestasi Krisdayanti
Krisdayanti berkompetisi dalam kategori usia 40-59 tahun dan berhasil meraih posisi kedua di nomor senjata individu-shanzi. Dalam unggahannya di media sosial, ia membagikan kebanggaannya atas pencapaian ini, memperlihatkan sertifikat dan medali yang diterimanya.
Senjata yang digunakannya yaitu kipas lipat atau shanzi, yang mencerminkan bagian dari senjata tradisional dalam wushu. Meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai atlet profesional, Krisdayanti menunjukkan bahwa dedikasi dan usaha bisa menghasilkan prestasi di level internasional.
Sejarah dan Format Kejuaraan
World Kungfu Championships pertama kali diadakan pada tahun 2004, memberikan platform bagi praktisi kungfu dari seluruh dunia untuk bersaing. Kejuaraan ini memiliki kategori usia yang beragam, sehingga membuat ajang ini lebih inklusif.
Format kejuaraan memungkinkan partisipan dari berbagai kelompok usia untuk menampilkan keterampilan mereka di hadapan penonton global. Dengan perkembangan yang terus-menerus dalam ajang ini, banyak atlet baru muncul dan meningkatkan kualitas serta daya tarik kejuaraan wushu.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: